Poptren.suara.com - Sepak bola menjadi salah satu olahraga yang bisa menyatukan masyarakat dari belahan dunia manapun.
Baru-baru ini, adanya kerusuhan bola hingga banyak manusia yang menjadi korban dari tragedi pertandingan sepak bola. Tragedi Kanjuruhan yang terjadi saat Arema vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022).
Tragedi ini merenggut nyawa hingga 130 orang dalam peristiwa tersebut, tak hanya penonton, dua anggota polisi juga menjadi korbannya.
Tak hanya merenggut nyawa, ratusan orang juga mengalami luka berat dan ringan lainnya. Sontak kejadiaan ini menjadi sorotan global, sebagai salah satu peristiwa sejarah sepak bola yang memakan banyak korban jiwa.
Ternyata, tak hanya di Indonesia saja yang ada tragedi mengenaskan terkait sepak bola yang terjadi di dunia.
1. Mei 1964 Peru
Pertandingan kualifikasi Olimpiade antara Peru vs Argentina yang diadakan di Stadion Nasional di Lima, Peru pada tanggal 24 Mei 1964.
Pertandingan berlangsung sangat sengit, sudah di menit-menit terakhir akhirnya Argentina memimpin dengan skor 1-0, namun tak butuh waktu lama Peru akhirnya bisa menyamakan kedudukan. Banyak penggemar gembir tapi sayangnya wasit menganulir gol tersebut hingga membuat penggemar Peru marah.
Akhirnya salah satu penonton masuk kelapangan dan memukul wasit. Sehingga ia diserang oleh polisi secara brutal dengan tongkat dan anjing, hingga membuat para penggemar bergabung.
Baca Juga: Parah! Motif Pembunuhan Satu Keluarga Di Lampung Karena Rebutan Warisan
Akhirnya pulihan penggemar menyerbu lapangan hingga melemparkan benda ke polisi dan penjabar di bagian bawah. Akhirnya polisi melemparkan gas air mata ke keriminan, hingga mendorong puluhan ribu penonton.
Banyang penggemar yang berlarian ke lorong untuk melarikan diri dari stadion melalu tangga, saat itu juga penonton malah menemukan gerbang baja yang terkunci rapat.
Hingga membuat 328 orang tewas karena sesak nafas dan pendarahan internal, kemungkinan jumlah korban tewas bisa lebih tinggi lagi.
2. Mei 2001 di Ghana
Akhir pertandingan antara Hearts of Oal dan Asante Kotoko, para pertandingan ini polisi juga menembakan gas air mata ke arah suporter yang mengobrak abrik bangku penonton.
Puluhan ribu orang langsung bergegas keluar dan akhirnya kekacauan ini memakan korban hingga 126 orang tewas. Ini menjadi peristiwa sepak bola yang terburuk di Afrika.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Bapak Ternyata Anggota LSM, Begini Modus Staf Admin KPK Peras Bupati Pemalang Rp2 Miliar
-
Bukan Sekadar Bantuan, Bhakti Presisi Polresta Solo Pererat Kebersamaan dengan Ojol dan Supeltas
-
4 Warga Palestina Tewas Dibunuh Tentara Israel, Ada Anak-anak
-
MKD Akan Panggil Deddy Sitorus, Tak Perlu Tunggu Reses Selesai
-
Dikecam! Pelatihan Jalan di Atas Api Pegawai BPJS TK Hanya Hamburkan Iuran Pekerja
-
Makin Menegangkan! Film Fall 2: Deadpoint Siap Rilis pada September 2026
-
Bupati Nonaktif Cilacap Didakwa Minta Kepala OPD Kumpulkan Rp568 Juta untuk THR
-
Ilmuwan Temukan Spons Laut yang Bisa Bersihkan Pelabuhan Tercemar
-
Aston Villa Jalal Stadion GBK, Alejandro Garnacho Cs Latihan di Bawah Terik Matahari
-
No Na Rilis Single Honk! Tampilkan Kearifan Lokal Indonesia, Ada Om Telolet Om!