/
Sabtu, 08 Oktober 2022 | 15:40 WIB
Gerbang 13 Stadion Kanjuruan menjadi saksi bisu berjatuhannya Aremania-Aremanita (Suara.com/Dimas Angga)

3. Februari 2012 di Mesir

Pertandingan sepak bola Liga Premier Mesir antara Al Masry Port Said VS Al Ahly Kairo, membuat kerusuhan besar di Stadion Port Said, Mesir.

Tragedi ini terjadi karena penggermar Al Masry menyerbu tribun tempat pendukung Al Ahly hingga membuat 79 orang meninggal dunia dan 500 terluka.

Serangan bermotif politik juga berubah menjadi tragedi karena polisi tak mau membuka gerbang stadion. Banyak penggemar Al Ahly terjebak dalam insiden tersebut, 73 terdakwa, termasuk sembilan petuugas polisi dan dua penjabat Al-Masry.

4. Oktober 1996 Guantemala

Pada saat itu ada pertandingan kualifikasi Piala Dunia antara Guatemala dan Kosta Rika. Sebanyak 80 orang meninggal dunia dan lebih dari 100 orang terluka dari longsoran suporter yang jatuh dari kursi dan tangga. Tiket palsi dilaporkan menarik lebih banyak orang ke stadion dari kapasitas yang bisa ditampung.

5. April 1989 di Inggris

Saat itu ada pertandingan semifinal Piala FA antar Liverpool vs Nottingham Forest pada Sabtu, 15 April 1989.

Musibah ini terjadi saat pertandingan yang diadalan di Stadion Hillsborough di Sheffield ketika kerumunan masa merangsek penggemar yang memadati penghalang di tribun yang dialokasikan untuk para supporter Liverpool kala itu.

Baca Juga: Parah! Motif Pembunuhan Satu Keluarga Di Lampung Karena Rebutan Warisan

Dalam tragedi ada 97 orang yang meninggal dan 766 orang yang mengalami cedera. Karena hal inilah tragedi ini menjadi salah satu kasus terburuk dalam sejarah olahraga Inggris.

6. Oktober 2022 di Indonesia

Tragedi ini terjadi saat Arema FC melawan Persebaya. Pada saat itu pendukung Arema FC menyerbu lapangan setelah dikalahkan oleh Persebaya 2-3.

Polisi akhirnya melepaskan gas air mata. Karena hal ini banyak supporter yang berhamburan untuk menyelamatkan dirinya. Hingga membuat banyak penonton sekitar 130 orang yang meninggal karena terinjak-injak saat berdesakan untuk keluar dari Stadion Kanjuruhan, Malang.

Load More