Poptren.suara.com – Hari ini, Ferdy Sambo menghadiri sidang perdanan kasus pembunuhan Brigadir J di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Dalam sidang ini, beberapa fakta dibeberkan terkait peristiwa pembunuhan Brigadir J.
Inilah beberapa poin yang ada di dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Ricky Rizal tak menembak
Ferdy Sambo sudah melakukan skenario yang seolah-olah sudah terjadi pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.
Di skenario tersebut Brigadir J sempat menembak Richard saat datag menghampiri istri Ferdy Sambo ketika meminta pertolongan.
Saat itu juga Richard membalas menembak Brigadir J sehingga ia berhasil dilumuhkan.
"Korban dianggap telah melecehkan saksi Putri Candrawathi yang kemudian berteriak minta tolong. Richard kemudian datang dan ditembak oleh Brigadir J dan dibalas Richard," kata Jaksa.
Putri Candrawathi ternyata mendengar tentang skenario lokasi penembakan langsung membantu dan mengajak Brigadir J serta ajudan suaminya yang lain ke rumah dinas Ferdy Sambo.
Baca Juga: Ngisi Acara, Vincent Desta Bahas "Bola Billiar" Hingga "Lelaki Jantan", Singgung Rizky Billar?
Sebelum melakukan eksekusi Ferdy Sambo menanyakan Ricky Rizal terkait sanggup atau tidaknya ia menembak Brigadir J, namun ternyata Ricky tak bisa menembak karena mentalnya belum sanggup.
"Tidak berani pak karena saya ngga kuat mentalnya," kata Ricky.
Istri Brigadir J melihat peluru yang akan digunakan untuk mengeksekusi Brigadir J
Setelah Ricky tak menyanggupinya, Ferdy Sambo akhinya menyuruh Richard Eliezer untuk menembak Brigadir J.
Putri saat itu melihat Ferdy memberikan sekota peluru kaliber 9 mm untuk diserahkan ke Richard.
Ferdy kemudian meminta Richard mengisi pistol Glock 17 bernomor seri MPY851 untuk ditambahkan amunisinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional