Poptren.suara.com – Kamu pasti pernah merasakan rasa sakit secara emosional lebih membekas daripada sakit dalam bentuk fisik.
Meski keduanya sama-sama membuat tak nyaman, tapi tahukah kamu bahwa dampak dari sakit secara emosional lebih besar dibandingkan sakit secara fisik.
Tak bisa diobati
Kamu pasti pernah merasakan sakit secara emosional secara sadar ataupun tidak. Contohnya jika kamu patah hati, merasa kecewa dengan teman terdekat . Sakit itulah yang akan terus membekas bahkan tak bisa diobati .
Tapi jika jari kamu berdarah terkenal pisau, maka luka itu bisa kamu obati dan akan sembuh. Inilah contoh mengapa sakit secara emosional lebih susah sembuh dibanding sakit secara fisik.
Luka emosional bisa beerdampak kepada luka fisik
Salah satu penyakit yang dimiliki seseorang itu berasal dari pikiran, dan sisanya karena pola makan. Nah, saat kita mengalami luka emosional, maka luka fisik kita juga akan bertambah.
Karena hal ini juga bisa membuat kita overthinking sehingga membuat diri kita tak nyaman serta dilanda kepanikan secara tak sadar.
Yang perlu kamu ketahui adalah, banyak orang yang sayang serta perhatian ke kalian. Karena itu juga kamu harus mencoba bertahan.
Baca Juga: Apa Saja Dampak Secara Emosional dari Pernikahan yang Tidak Bahagia ?
Hal yang perlu kamu sembuhkan pertama kali ada luka emosional kamu terlebih dahulu dan kamu juga harus yakin bahwa kamu akan sembuh.
Rasa sakit fisik mendapat empati yang lebih banyak dari sakit emosional
Luka secara fisik banyak orang yang akan lebih peduli, karena mereka bisa melihat dan mencoba berfikir jika mereka diposisi yang sakit.
Namun, Jika kamu sakit secara emosional maka luka kamu tak kasat mata dimata orang lain, sehingga orang di dekat kamu bisa dibilang tak akan peka jika kamu tidak bercerita kepada mereka.
Hal ini yang harus kamu pahami, jika kamu sudah mengatakan apa yang membuat kalian sakit secara emosional namun tetap tak ditanggapi dengan baik.
Sebaiknya kamu mendatangi dokter ahli agar mendapatkan penangan yang serius, sehingga membuat hati kamu lebih lega.
Perasaan sakit hati sudah dialami banyak orang, cobalah berdamai dengan keadaan sekitar. Bicarakan baik-baik dengan orang yang kamu percayai, ceritakan keluh kesah kamu.
Jika memang dirasa kamu harus mendapatkan penanganan yang lebih serius, maka kamu harus datang ke tempat yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Teman Sentil Taqy Malik Ambil Untung Besar dari Wakaf Alquran di Tanah Suci: Jangan Serakah!
- HP Bagus Minimal RAM Berapa? Ini 4 Rekomendasi di Kelas Entry Level
- Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
- Link Download 40 Poster Ramadhan 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Edit
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Peringatan Dini Cuaca BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Intai Jabodetabek Sore Ini
-
CEK FAKTA: Pemerintah Tarik Gas LPG 3 Kg Mulai Ramadhan 2026, Benarkah?
-
Love Through A Prism: Comeback Yoko Kamio di Era Klasik London
-
Kisah Anak-Anak Terpinggirkan di Kebumen Jadi Perhatian Gus Ipul
-
Perjuangan 2 Kakek Pensiunan di Riau Tuntut Keadilan hingga Mahkamah Agung
-
Kapan Siswa Palembang Mulai Libur Panjang Imlek dan Ramadan? Ini Detailnya dari Disdik
-
Rumah Tangga Apris Devita Diganggu, Guntur Tiyoga Bantah Pernah Nikah dengan Delia Yasmine
-
4 Fakta Kim Ju Ae, Remaja Putri 13 Tahun Calon Penerus Kim Jong Un
-
Miris! Oknum Kapolres Titip Satu Koper Narkoba ke Anggota Polres Tangsel
-
Gus Idris Bantah Dugaan Pelecehan Seksual, Janji Ikuti Proses Hukum!