Poptren.suara.com - Mungkin sebagian orang sudah terbiasa mendengar aluminium foil. Sebuah benda yang cukup sering digunakan sebagai pembungkus makanan. Dengan warna silver yang menyala apabila diterpa sinar atau cahaya, menarik perhatian.
Aluminium foil umum digunakan untuk membungkus makanan seperti ayam panggang, ikan bakar, sate atau kebab agar panasnya lebih tahan lama. Tidak jarang juga digunakan untuk membungkus sayuran dengan tujuan kelembaban dan kesegaran sayuran terjaga lebih lama.
Tapi, amankah makanan dibungkus dengan aluminium foil mengingat benda tersebut terbuat dari bahan kimia ? Banyak perdebatan tentang baik buruk menggunakan aluminium foil sebagai pembungkus makanan. Perlu diketahui aluminium foil dinilai dapat membahayakan kesehatan, terutama masakan yang bercita rasa asam dan pedas dan bersuhu tinggi.
Laman Times of India menuliskan aluminium foil yang digunakan untuk menutup wadah makanan dan dibungkus secara menyeluruh, tidak menutup kemungkinan ada bagian-bagian dari aluminium foli yang larut ke dalam makanan, sehingga akan berdampak buruk bagi kesehatan.
Dalam jurnal International Journal of Electrochemical Science, yang menerbitkan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa aluminium akan keluar dari foil dalam stimulan yang berbeda terutama air suling serta larutan asam dan basa. Apabila aluminium foil diproyeksikan pada suhu yang tinggi maka akan menyebabkan peningkatan tingkat migrasi logam ke dalam makanan.
Selain itu, alasan lain yang harus dipertimbangkan menjadikan aluminium foil sebagai pembungkus makanan adalah oksigen. Aluminium foil dinilai tidak cukup baik menjaga oksigen pada makanan karena memungkinkan akan tumbuh bakteri di dalam makanan.
Makanan yang telah menjadi sarang bakteri tentu sudah tidak baik untuk dikonsumsi. Dengan kata lain, penggunaan aluminium foli sama tidak baiknya dengan makanan yang tanpa pembungkus. Disarankan untuk memilih bungkus dan tutup yang menempel rapat daripada menggunakan aluminium foil agar tidak ada oksigen yang masuk.
Bisa gunakan cling wrap untuk menutup wadah secara menyeluruh dan mencegah masuknya oksigen. Jika tidak memiliki cling wrap, gunakan wadah yang berpenutup rapat. Pastikan makanan yang disimpan berada pada suhu yang tepat. Bisa juga dengan menyimpan makanan sisa dalam freezer atau kulkas sehingga makanan tetap terjaga dengan waktu yang lebih lama.
Baca Juga: Cara Tajamkan Gunting dengan Cepat, Salah Satunya Asah dengan Aluminium Foil
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Wagub Babel Hellyana Ditahan Usai Divonis Penjara 4 Bulan
-
Renovasi Stadion Pakansari Dikebut Jelang Piala AFF 2026
-
Usai Juara Thailand Open 2026, Chafidz Yusuf Soroti Konsistensi Leo/Daniel
-
Sunan Kalijaga Minta Rieke Diah Pitaloka dan DPR RI Bersikap Adil soal Kasus Erin Taulany dan ART
-
Manajemen Hati Agar Tak Mudah Iri: Pelajaran di Buku Hujan Duit Dari Langit
-
Gubernur Khofifah dan Dubes Yaman Bahas Penguatan Kerja Sama Pendidikan, Perdagangan & Kebudayaan
-
Sempat Main Bersama Anak, Pria di Serang Ditemukan Meninggal Saat Istri Urus KTP
-
Teater Jaran Abang: Ketika Etika dan Estetika Dijaga Bersama di Atas Panggung
-
Bantargebang Jadi 'Bom Metana' Dunia, Timbunan Sampah Tembus 80 Juta Ton!
-
Mendagri Dorong Penguatan Penggunaan Soft Approach dalam Mencegah Ekstremisme & Terorisme