Poptren.suara.com – Baru bukan Karen’s Dinner langsung menjad trending topik di Twitter. Konsep restoran ini adalah melayani dengan jutek.
Karen’s Dinner berasal dari negara Australia, ketenaran restoran ini sudah menjadi perbincangan di dalam ataupun di luar negeri.
Saat ingin membuka cabang di Indonesia, tentu saja para warganet senang, karena memiliki pengalaman yang baru, dari mulai datang hingga selesai makan, para warganet akan mendapatkan omelan ataupun cacian yang masih masuk akal dari para pelayannya.
Namun, beredar video yang memperlihatkan grand opening dari Karen’s Dinner yang memperlihatkan hingga memperdengarkan, seorang karyawan melakukan body shaming terhadap pengunjung.
Dalam video yang viral tersebut, karyawan Karen’s Dinner mengatakan “muka lu tuh kayak pantat panci!”
Tak hanya itu saja, ada juga yang memperlihatkan para pelayan Karen’s Dinner memasukan tangannya ke minuman pelanggan.
Ternyata Karen’s Dinner yang berada di Australia, memiliki peraturan tidak boleh melakukan body shaming.
Salah satu konten kreator di Tiktok yang memperlihatkan peraturan Karen’s Dinner adalah Agner Jennifer.
Dalam unggahan tersebut Agnes menambahkan keterangan "Kayanya Karen itu judes. Ada yg blg kl awalny influencer nya yg b*lly duluan. Nah harusnya di rulesnya kl ada cust yg ky gt akan diusir lgsg dan bayar billnya. Jd emang ga blh ya roasting balik."
Baca Juga: Kembali, Anak Kahiyang Ayu dan Bobby Nasution Jadi Sorotan Netizen Karen Tingkahnya
Setelah video tersebut viral, akhirnya banyak warganet yang menanggapi opini dari Agnes tersebut.
"bener banget cik! yg aku liat di karens yg lain itu lbh kaya pada males2an judes kaya squidward gt ga sih bukan berantem sm cust ky dsini" tulis salah satu akun
"Di Indo blm siap/g cocok dibuat konsep resto kyk gt, yg ada malah jd kyk pelampiasan buat ngebully org kan y" balas salah satu netizen.
Di Twitter akun @gooodhan juga membahas tentang konsep Karen’s Dinner di Indonesia. Menurutnya konsep inai agak susah diterima masyarakat Indonesia, karena orang Indonesia dalam kesehariannya mengedepankan sopan santun.
"Orang dateng ke sini pasti bukan untuk makanannya, tapi untuk experiencenya, dan itu tricky banget. Kalau sampe yang ditawarkan jadi lebih banyak gimmick marah2nya ketimbang fun-nya, orang gak akan peduli makanannya seenak apa," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Florentino Perez Siap Bajak Bintang Dunia Meski Real Madrid Hancur Tanpa Gelar, Singgung Ronaldo
-
Industri Rokok Dinilai Jadi Penopang Lapangan Kerja dan Penerimaan Negara
-
Biaya Penjara Koruptor Mahal? Rampas Asetnya, Bukan Kurangi Penindakan!
-
Apa Pekerjaan Dede Sunandar Sekarang? Geger Ngaku KDRT Istri
-
Purbaya Rombak Pejabat DJP usai Heboh Kasus Restitusi Pajak
-
5 Spray Penghilang Noda Baju Instan Tanpa Bilas dan Tak Merusak Kain
-
Rotasi Ekstrem Pep Guardiola, Pasrah Kejar Arsenal saat Manchester City Alami Kelelahan Hebat
-
Sedih, Marc Marquez Menangis saat Jelaskan Kondisi Fisiknya pada Tim Ducati
-
Aktor Fast and Furious Sung Kang Gandeng MaxDecal Garap Industri Kreatif Indonesia
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks