- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik delapan pejabat baru di Direktorat Jenderal Pajak pada Selasa, 12 Mei 2026.
- Perombakan jabatan dilakukan sebagai tindak lanjut atas investigasi kasus restitusi pajak yang melibatkan dua pegawai sebelumnya.
- Menkeu mencopot dua pejabat karena gagal mengendalikan restitusi pajak serta memberikan laporan perkembangan yang tidak akurat.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merombak para pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) setelah heboh kasus restitusi pajak.
Menkeu Purbaya sendiri baru saja melantik delapan pejabat Pajak beberapa waktu lalu. Ia mengakui pelantikan ini berkaitan dengan kasus restitusi pajak, di mana dua pegawai telah dicopot.
"Saya lupa yang mana, ada dua orang yang di-nonjob-kan. Saya lupa. (Berkaitan dengan restitusi pajak) Itu, dan kinerjanya juga kita lihat seperti apa," katanya di Kantor Kemenkeu, dikutip Kamis (14/5/2026).
Selain itu, Purbaya juga mengakui kalau pelantikan ini dilakukan setelah melihat rekam jejak para pejabat lama yang dinilainya mempengaruhi kinerja pajak di bagian yang ia kerjakan.
"Jadi ada track record mungkin yang itu mempengaruhi kinerja pajak di bagian yang dia awasin, yang dikerjakan oleh dia," lanjutnya.
Berikut 8 pegawai pajak baru yang dilantik Purbaya pada Selasa, 12 Mei 2026 lalu:
- Direktur Ekstensifikasi dan Penilaian DJP, Lindawaty
- Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan Perpajakan DJP, Ihsan Priyawibawa
- Kepala Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan DJP, Suparno
- Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus, Tunjung Nugroho
- Kepala Kantor Wilayah DJP Jawa Timur III, Paryan
- Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak, Edward Harmonangan Sianipar
- Kepala Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa, Dessy Eka Putri
- Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Malang, Devi Sonya Adrince
Murka Purbaya di kasus restitusi pajak
Sebelumnya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah mencopot dua pejabat di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) imbas kasus restitusi pajak alias pengembalian lebih bayar pajak dari negara.
Menkeu Purbaya mengaku sudah melakukan investigasi kepada lima pejabat tinggi yang berwenang melakukan restitusi pajak. Dalam temuannya, mereka disebut tidak mengendalikan pencairan restitusi pajak.
"Saya investigasi lima orang pejabat yang paling tinggi mengeluarkan restitusi, hari ini dua pejabat akan saya copot," katanya di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Pajak Cuma 1,5 Jutaan! 5 Mobil Bekas 2010 ke Atas yang Pas untuk Keluarga Kecil, Mulai 60 Juta
Purbaya juga melayangkan ultimatum ke pegawai Kemenkeu karena tidak memberikan perkembangan restitusi pajak dengan akurat.
"Jadi message-nya adalah, ketika ada instruksi seperti itu, jalankan dengan baik. Jangan jor-joran. Jadi saya enggak main-main. Ada dua yang akan saya copot," lanjutnya.
Purbaya mengakui kalau tahun lalu dirinya salah menebak berapa restitusi pajak yang dikeluarkan Pemerintah. Padahal dalam rapat internal sebelumnya, ia kerap kali menanyakan berapa potensi pengembalian pajak.
Berdasarkan pengakuan staf, Purbaya mendapatkan laporan kalau restitusi pajak sedikit. Namun ia kecele karena angka pastinya baru keluar di akhir tahun.
"Di akhir tahun saya baru tahu keluarnya berkali-kali lipat dari yang mereka sebutkan. Jadi itu yang saya perbaiki jangan sampai ada salah informasi lagi," tegas Purbaya.
Berita Terkait
-
Pajak Cuma 1,5 Jutaan! 5 Mobil Bekas 2010 ke Atas yang Pas untuk Keluarga Kecil, Mulai 60 Juta
-
7 Mobil Bekas Raja Jalanan yang Harganya Jatuh, Cocok untuk Keluarga dengan Finansial Stabil
-
Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi
-
Satgas PKH Setor Rp10,27 Triliun dan 2,37 Juta Hektare Lahan Hutan ke Negara
-
Purbaya Temui Bahlil Siapkan Swasembada Energi dan Listrik Desa
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Saham-saham Milik Prajogo Pangestu Rontok Setelah Terlempar dari MSCI Indeks
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi
-
Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah
-
Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya
-
BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis
-
IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026