- IHSG ditutup melemah 1,98 persen ke level 6.723 di Bursa Efek Indonesia pada perdagangan Rabu, 13 Mei 2026.
- Penurunan dipicu oleh anjloknya sejumlah saham berkapitalisasi besar yang terlempar dari MSCI Indeks, terutama sektor basic materials.
- Emiten unggas mencatat penguatan signifikan di tengah pelemahan pasar, sementara nilai tukar rupiah menguat sebesar 0,17 persen.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tajam pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, IHSG parkir di level 6.723 atau turun 135,579 poin setara 1,98 persen.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang level terendah 6.705 dan tertinggi 6.787. Sementara itu, total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencapai Rp18,61 triliun dengan volume perdagangan 29,44 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,24 juta kali.
Tekanan terhadap IHSG terjadi di tengah pelemahan sejumlah saham berkapitalisasi besar, seperti saham-saham yang terlempar dari MSCI Indeks.
Berdasarkan data Phintraco Sekuritas, sektor basic materials tercatat menjadi sektor dengan pelemahan terdalam setelah turun 4,43 persen. Disusul sektor infrastruktur yang melemah 2,72 persen dan sektor energi turun 1,61 persen.
Di jajaran saham LQ45, saham-saham milik taipan Prajogo Pangestu seperti PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) menjadi top losers setelah anjlok 10,05 persen ke level Rp 850, lalu PT Barito Pacific Tbk (BRPT) melemah 8,77 persen ke level Rp 2.080.
Sedangkan, emiten tambang emas Grup Salim PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) juga turun 9,09 persen ke posisi Rp 3.700.
Saham-saham ini telah terlempar dari MSCI Indeks setelah pengumuman Rebalancing.
Sementara itu, saham-saham emiten unggas justru mencatat penguatan signifikan. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) memimpin top gainers LQ45 usai melesat 4,52 persen ke level 4.160. Disusul PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) naik 4,10 persen menjadi 2.540 dan PT Dewa United Tbk (DEWA) menguat 2,11 persen ke level 484.
Pada indeks syariah Jakarta Islamic Index (JII), CPIN dan JPFA juga menjadi saham penguatan terbesar bersama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) yang naik 1,98 persen ke level 1.030.
Baca Juga: IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026
Di sisi lain, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) memimpin pelemahan di JII setelah ambles 14,85 persen ke level 4.300. Disusul PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang turun 11,16 persen dan BRPT melemah 8,77 persen.
Meski IHSG terkoreksi, sektor transportasi justru menjadi penopang pasar dengan kenaikan 4,89 persen. Sektor industrials juga masih mampu menguat 1,26 persen.
Adapun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp17.460 atau menguat 0,17 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dinilai Butuh Regulasi Ramah Investasi
-
Meski Susut 45,2%, Garuda Indonesia Masih Rugi Rp 728,3 Miliar di Kuartal I-2026
-
Prudential Syariah Bayar Klaim Rp2,2 Triliun Sepanjang 2025
-
Harga Emas Antam Stagnan pada Libur Panjang, Dibanderol Rp 2.839.000/Gram
-
Evaluasi Risiko Investasi Kripto di RI, Ini Alasan pentingnya Pakai Platform Resmi
-
Pemerintah Justru Pusing Harga Telur Terlalu Murah
-
Aset BCA Syariah Tembus Rp19,9 Triliun, Ini Pendorongnya
-
BSI Habiskan Rp198 Miliar untuk Biayai Makan Bergizi Gratis
-
IHSG Terus Merosot, Dana Asing yang Keluar Rp40,823 Triliun Sepanjang Tahun 2026
-
6 Daftar Promo Spesial Susu Anak di Alfamart, Pilihan Tepat untuk Tumbuh Kembang Si Kecil