Poptren.suara.com - Sebagai pemilik kendaraan bermotor, mengisi bensin adalah kegiatan yang umum dan rutin dilakukan. Ketika sedang mengisi bensin di SPBU, selalu menjumpai tingkah laku pengendara lain yang bikin geleng-geleng. Seperti, menggoyangkan badan mobil dengan tujuan agar bensin di dalam tangki bercampur dengan bensin yang baru diisi, isi bensin hanya mau di malam hari dengan alasan jika isinya siang hari, suhu bensin panas dan tangki bensin akan terbakar.
Padahal suhu dan temperatur tidak akan memengaruhi volume bensin. Jadi mau isi siang hari atau malam, volume bensin tidak akan terpengaruh suhu. Mitos tersebut masih cukup banyak diyakini masayarakat. Tidak hanya itu, ternyata masih ada mitos seputar pengisian bensin yang berkembang di masyarakat, seperti :
1. Bahan bakar bisa basi
Dikatakan akan basi apabila kendaraan tidak dioperasikan dalam waktu lama. Padahal bukan kualitas bensinnya yang menurun, tapi apabila kendaraan tidak dioperasikan dalam waktu lama, maka uap air yang terbentuk di tangki bahan bakar dapat tercampur dan menyebabkan kualitas bensin menjadi turun.
Maka dari itu, apabila harus meninggalkan kendaraan dalam waktu lama, paling tidak panaskan kendaraan seminggu sekali untuk menghindari bensin mengalami penurunan kualitas.
2. Isi bensin beroktan tinggi dapat tingkatkan top speed
Anggapan satu ini masih banyak yang meyakini. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena bisa saja bensin dengan oktan lebih tinggi dari yang direkomendasikan untuk mesin malah akan memicu dampak buruk. Dengan kata lain, menggunakan bensin harus sesuai, jangan lebih rendah atau lebih tinggi karena akan berefek pada mesin.
Menggunakan bensin dengan oktan yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan akan membuat pembakaran mesin menjadi tidak sempurna dan lebih boros. Selain itu, kadar emisi gas buang yang dihasilkan juga lebih tinggi. Biasanya, setiap pabrikan sudah memberikan rekomendasi bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai untuk kendaraannya, baik sepeda motor maupun mobil.
Untuk memilih bahan bakar yang tepat, bisa dilihat dari perbandingan rasio kompresi mesin. Biasanya, kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9:1 sampai 10:1 membutuhkan BBM dengan oktan minimal 90. Untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin 10:1 hingga 11:1 bisa menggunakan oktan minimal 92, dan untuk kompresi rasio kompresi lebih dari 11:1 hingga 12:1 bisa menggunakan oktan 95.
Berita Terkait
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Perampok di Medan Jerat Korban Lewat Aplikasi Kencan Sesama Jenis, 2 Pelaku Ditangkap
-
Bagaimana Cara Menghadapi Pasangan Berzodiak Capricorn saat Mereka Sedang Marah atau Ngambek?
-
Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
-
Polisi Malaysia Ungkap Pemasok 25 Kg Narkoba yang Dibawa Pilot Mohd Saufi bin Othman ke Jakarta
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 6.125 Orang
-
Nekat Beroperasi, Home Stay di Jepara Kembali Digerebek Warga, Tujuh Pasangan Diamankan
-
Siasat Kurir Sembunyikan 86 Kg Sabu di Pinggir Sungai Gagal, 6 Orang Diciduk dan Bos Aeng Buron
-
Harga Telur Anjlok, SPPG Wajib Serap Telur Rp26.500 per Kg untuk MBG
-
Kebahagiaan itu Bukan Dikejar: Refleksi Menarik dari Buku Happiness Here!
-
17 Tahun Menunggu, Transmigran di Kerinci Masih Hidup Tanpa Listrik