/
Selasa, 10 Januari 2023 | 10:04 WIB
Ilustrasi isi bensin (Freepik)

Poptren.suara.com - Sebagai pemilik kendaraan bermotor, mengisi bensin adalah kegiatan yang umum dan rutin dilakukan. Ketika sedang mengisi bensin di SPBU, selalu menjumpai tingkah laku pengendara lain yang bikin geleng-geleng. Seperti, menggoyangkan badan mobil dengan tujuan agar bensin di dalam tangki bercampur dengan bensin yang baru diisi, isi bensin hanya mau di malam hari dengan alasan jika isinya siang hari, suhu bensin panas dan tangki bensin akan terbakar.

Padahal suhu dan temperatur tidak akan memengaruhi volume bensin. Jadi mau isi siang hari atau malam, volume bensin tidak akan terpengaruh suhu. Mitos tersebut masih cukup banyak diyakini masayarakat. Tidak hanya itu, ternyata masih ada mitos seputar pengisian bensin yang berkembang di masyarakat, seperti :

1. Bahan bakar bisa basi

Dikatakan akan basi apabila kendaraan tidak dioperasikan dalam waktu lama. Padahal bukan kualitas bensinnya yang menurun, tapi apabila kendaraan tidak dioperasikan dalam waktu lama, maka uap air yang terbentuk di tangki bahan bakar dapat tercampur dan menyebabkan kualitas bensin menjadi turun.

Maka dari itu, apabila harus meninggalkan kendaraan dalam waktu lama, paling tidak panaskan kendaraan seminggu sekali untuk menghindari bensin mengalami penurunan kualitas.

2. Isi bensin beroktan tinggi dapat tingkatkan top speed

Anggapan satu ini masih banyak yang meyakini. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar karena bisa saja bensin dengan oktan lebih tinggi dari yang direkomendasikan untuk mesin malah akan memicu dampak buruk. Dengan kata lain, menggunakan bensin harus sesuai, jangan lebih rendah atau lebih tinggi karena akan berefek pada mesin.

Menggunakan  bensin dengan oktan yang lebih tinggi dari yang direkomendasikan akan membuat pembakaran mesin menjadi tidak sempurna dan lebih boros. Selain itu, kadar emisi gas buang yang dihasilkan juga lebih tinggi. Biasanya, setiap pabrikan sudah memberikan rekomendasi bahan bakar dengan nilai oktan yang sesuai untuk kendaraannya, baik sepeda motor maupun mobil.

Untuk memilih bahan bakar yang tepat, bisa dilihat dari perbandingan rasio kompresi mesin. Biasanya, kendaraan dengan rasio kompresi mesin 9:1 sampai 10:1 membutuhkan BBM dengan oktan minimal 90. Untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin 10:1 hingga 11:1 bisa menggunakan oktan minimal 92, dan untuk kompresi rasio kompresi lebih dari 11:1 hingga 12:1 bisa menggunakan oktan 95.

Baca Juga: Tega Banget! Seorang Driver Ojol Dikeroyok Tiga Pelaku Lantaran Diduga Menyerobot Antrian Saat Isi Bensin

Load More