Poptren.suara.com - Media sosial, contohnya Instagram, kini erat kaitannya dengan manusia, apalagi generasi muda. Selama jangka waktu tertentu, seorang manusia akan 'latah' dalam banyak hal, termasuk mengekspresikan perasaan melalui media sosial. Perasaan yang diungkapkan bermacam-macam, seperti rasa marah, rasa sedih, rasa kecewa, dan rasa tersebut digambarkan melalui feed Instagram milik mereka.
Tapi ungkapan perasaan tersebut tidak jarang adalah sebuah kamuflase dari perasaan sesungguhnya. Hal tersebut terjadi karena kebanyakan dari generasi muda masa kini terobsesi dengan kehidupan yang sempurna. Sehingga tidak jarang ada saja yang merasa tidak bahagia, meskipun dalam unggahannya seseorang itu selalu terlihat menikmati hidupnya.
Tapi apa yang dilakukan orang-orang yang benar-benar menikmati hidup dan selalu bahagia ? Dikutip dari beberapa sumber, orang-orang yang sangat menikmati hidupnya cenderung jarang mengunggah foto pada akun media sosial miliknya. Rata-rata dari mereka cukup menjepret satu hingga tiga foto, lalu selebihnya mereka akan menikmati lingkungan sekitar mereka. Karena orang-orang seperti itu tahu bahwa waktu yang mereka miliki tidak hanya sekedar untuk dipamerkan kepada orang lain.
Tidak hanya itu, orang-orang yang benar-benar bahagia dalam hidupnya ketika mengunggah foto lebih sering memilih kata-kata yang simpel, singkat dan mudah dimengerti sebagai deskripsi foto. Sedangkan orang-orang yang mengkamuflasekan perasaannya, lebih cenderung memiliki keahlian memilah kata untuk dijadikan deskripsi foto. Hal tersebut dikarenakan mereka merasa apa yang mereka tampilkan tidak cukup membuat orang lain terkesima.
Orang-orang yang bahagia akan lebih fokus pada kemampuan dalam dirinya. Artinya, mereka lebih gemar membagikan kesenangannya kepada orang lain seperti menggambar, memasak dan berolahraga. Karena mereka merasa lebih leluasa dan konsisten membagikan apa yang mereka sadari mereka mampu lakukan bukan karena ingin diakui oleh orang lain, melainkan sekedar membagikan perasaan menyenangkan yang ia dapati dari kegiatannya tersebut.
Orang-orang yang bahagia dengan hidupnya biasanya tidak membutuhkan filter. Filter foto umumnya digunakan untuk mempercantik objek atau background foto. Nah, orang-orang yang bahagia tidak perlu filter karena mereka sudah cukup puas dengan hasil jepretannya.
Bahkan ada penelitian yang menyebutkan orang yang depresi banyak menggunakan efek hitam dan putih dalam fotonya menandakan kalau dalam pikirannya hidup tidaklah selalu berwarna. Sebaliknya, orang yang bahagia tidak perlu harus memoles apapun dari fotonya karena mereka sudah merasa puas dengan apa yang ditampilkannya dalam fotonya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup