Poptren.suara.com - Media sosial menduduki peran penting bagi kehidupan masyarakat. Keterhubungan tanpa batas membantu banyak pihak untuk berbisnis, belajar, mencari informasi, menjalin relasi, atau sekadar berbagi kegiatan sehari-hari. Media sosial juga menimbulkan dampak negatif jika tak digunakan dengan bijak, di antaranya mengurangi fokus, membuat pekerjaan utama tak kunjung selesai, kurang gerak karena terlalu lama di depan gawai, menyuburkan insecure, iri, dan segudang perasaan negatif lain. Simak tips berikut agar tetap bisa eksis tanpa mengganggu kesehatan mental, seperti :
1. Miliki tujuan yang jelas dalam menggunakan media sosialmu
Dibanding menggunakan media sosial secara random tanpa kepentingan jelas atau hanya ikut-ikutan tren, miliki alasan kuat mengapa kamu mengunduh aplikasi media sosial tertentu. Jangan hanya hadir, lakukan sesuatu di sana yang bisa membuat pikiranmu terarah ke hal-hal yang lebih produktif dan positif. Follow akun yang bermanfaat. Jauhi akun yang hanya menimbulkan energi negatif.
2. Jangan terobsesi pada jumlah pengikut atau like, mengalir dan bertumbuhlah dengan alami
Konsistensi mengalahkan obsesi. Biasanya obsesi timbul ketika terlalu banyak berputar-putar melihat akun orang lain yang sudah lebih besar atau foto-foto meriah yang mendapat banyak like. Kurangi aktivitas seperti ini. Berpegang pada tujuanmu. Ingat, media sosial pertama-tama harus berguna dan nyaman digunakan oleh pemiliknya sebelum bisa mengundang perhatian orang lain. Alihkan perhatian untuk betul-betul mengenal diri dan berekspresi dengan lebih berkarakter.
3. Manfaatkan fitur kesehatan digital dan kontrol orang tua di ponselmu
Cara menggunakan media sosial dengan bijak adalah dengan membatasi waktu aksesnya. Jika kamu tipe orang yang sulit berhenti apabila sudah berselancar di dunia maya, kamu bisa menggunakan fitur ini di pengaturan ponselmu. Setel waktu ideal yang kamu inginkan dalam menggunakan aplikasi-aplikasi media sosial. Contoh, jika kamu menyetel 30 menit per hari untuk aplikasi Instagram, maka setelah 30 menit, aplikasi tersebut tidak bisa kamu akses lagi pada hari itu.
4. Tidak mengunduh aplikasi media sosial di ponsel
Berinteraksi di media sosial memang menyenangkan, tetapi tetap tak bisa menggantikan interaksi secara langsung. Jika telah menetapkan niat menjadi orang produktif, cara ini bisa kamu terapkan. Dengan tidak mengunduh media sosial di ponsel, kamu tidak akan sering diganggu notifikasi. Kamu bisa memanfaatkan browser di ponsel untuk mengakses media sosial ketika sedang memerlukan saja. Lakukan bertahap. Mulailah dari uninstall media sosial yang jarang kamu gunakan.
Baca Juga: Terus Menerus Dihujat di Media Sosial, Ivan Gunawan Ancam Bawa ke Ranah Hukum
5. Tinggalkan FOMO dan fokuslah pada apa yang betul-betul membuatmu bahagia
Perasaan takut tertinggal dari orang lain dikenal dengan istilah Fear of Missing Out (FOMO). Patrick McGinnis mencetuskan akronim ini pada 2004 lewat artikel Social Theory at HBS: McGinnis’ Two Fos yang terbit di The Harbus, koran mahasiswa di Harvard Business School (HBS) sebelum FOMO akhirnya mendunia dan subur di media sosial.
FOMO sangat menguras konsentrasi dan energi pengidapnya. Muncul kecemasan bila ketinggalan berita terbaru, tidak mengikuti tren, tidak mendatangi tempat yang viral, atau kehabisan produk edisi terbatas. Karena tidak mengetahui apa yang betul-betul berguna dan dia butuhkan, pengidap FOMO hanya bergerak berdasarkan naluri takut tertinggalnya.
Sumber : Yoursay.id
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
Belanja ke Pasar, Bunga Zainal Mencak-Mencak Harga Pangan Naik Drastis
-
Kelangkaan BBM di Sumsel: Pertamax Kosong, Antrean Kendaraan Mengular Saat Libur Panjang
-
Belasan Gajah Liar Masuk Perkebunan, Warga Lapor Damkar Pekanbaru
-
Susul BYD, Chery Siap Ramaikan Bursa Mobil Jepang
-
4 Ide OOTD Dark Glamour ala Shuhua I-DLE yang Elegan dan Super Classy!
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro
-
5 Zodiak dengan Hasil Ramalan Bintang Terbaik Hari Ini, Siap-siap Hoki