Poptren.suara.com - Indonesia pada tahun 2030 mendatang akan membutuhkan tenaga kerja muda yang melek teknologi dan data. Hal itu seperti disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, beberapa waktu lalu.
Bila tidak didukung dengan talenta data yang memiliki kompetensi, dikwawatirkan Indonesia akan tertinggal dalam menghadapi disrupsi global. Padahal, generasi muda merupakan tonggak penerus bangsa.
Mengutip data sensus penduduk Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, tercatat sebanyak 44,6 juta penduduk Indonesia masuk dalam golongan usia muda. Artinya, beberapa tahun ke depan mereka harus siap memenuhi kebutuhan pasar tenaga kerja dengan mengupgrade skill.
Menanggapi hal ini, Arief Rama Syarif yang merupakan praktisi data menyebut kesiapan anak muda untuk melek data harus melalui proses yang serius. Meski begitu, ia mengungkap bahwa untuk bisa memahami data atau belajar soal pemahaman data, tak perlu menjadi ahli di bidang IT.
''Saat ini banyak platform data analisis yang bisa dipelajari dengan mudah, asal tekun dan serius. Kenapa lebih mudah? Karena kita gak perlu ahli dalam ilmu coding atau ilmu IT. Cukup memiliki komitmen untuk mau belajar menganalisa data melalui platfom tersebut,'' kata Arief, saat berbincang dengan Poptren, Rabu (1/2/2023).
Ia mencontohkan salah satu platform yang saat ini cukup mudah dipelajari dalam menganalisa data adalah KNIME analitics tools. Platfom tersebut dengan mudah membantu orang awam sekalipun untuk bisa melakukan prediksi dan esimasi dari sebuah dataset.
"Cukup mudah dan membantu banget. Cuma ya itu tadi, harus serius dan tekun mempelajarinya,'' tambahnya.
Ia pun mengingatkan, yang terpenting dari sebuah analisa data adalah bagaimana kita menemukan sebuah prediksi dan estimasi, yang menjadi dasar penentuan keputusan, baik itu untuk perusahaan maupun entitas bisnis lainnya.
''Jadi bukan soal bagaimana kita membuat data visualisasi, tapi lebih kepada insight apa yang bisa kita dapatkan dari sekumpulan bigdata tadi,'' tegasnya.
Baca Juga: Waduh! TikTok Disebut Bisa Rekam Data Pengguna dari Ketikan Keyboard
Ia juga memberikan contoh bahwa satu entitas usaha yang sangat membutuhkan para analisis data--untuk saat ini dan di masa depan, adalah sektor logistik. Salah satu contohnya adalah, ketika pandemi justru layanan logistik melonjak pesat.
Pertumbuhan e-Commerce di Indonesia telah menciptakan peluang di sektor logistik yang semakin moncer. Menurut data Nilai Gross Merchandise Value (GMV), e-Commerce di Indonesia diprediksi akan tumbuh dari 32 miliar dolar AS menjadi 83 miliar dolar AS pada tahun 2025.
Tentunya nilai itu berbanding lurus dengan melonjaknya kebutuhan akan layanan logistik. Apalagi dengan tren sebagian besar masyarakat sudah memilih untuk berbelanja online ketimbang mendatangi gerai toko secara konvensional.
Tentunya ini menjadi kabar baik bagi para penggerak bisnis startup untuk berinovasi di sektor logistik, yang sudah pasti akan membutuhkan tenaga-tenaga muda yang memiliki kemampuan analisa data di masa depan.
Dengan peluang yang terbuka lebar, serta dukungan teknologi yang semakin mumpuni, rasanya peluang ini sayang untuk dilewatkan begitu saja oleh para generasi muda.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Tolong Carikan Kerja untuk Wanita Ini: Dia Dipecat Gara-Gara Tolak Ajakan Mesum Bosnya
-
Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?
-
Ulasan Film Ain: Menghadirkan Pesan Spiritual tentang Bahaya Hasad dan Iri
-
Asnawi Mangkualam Pulih Lebih Cepat dari Cedera ACL, Dipanggil John Herdman untuk Piala AFF?
-
Berada di MV Hondius, Youtuber Ruhi Cenet Bongkar Fakta Ngeri saat Hantavirus Tewaskan 3 Orang
-
Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar
-
Dean Henderson Bangga Crystal Palace Ukir Sejarah ke Final Liga Conference
-
Sambut HUT ke-499, Jakarta Gelar Car Free Day di Jalan Rasuna Said Minggu Pagi, Cek Titik Parkirnya!
-
Jangan Salah Beli, Ini Ciri-ciri Hewan yang Tidak Boleh untuk Kurban
-
Hotman Paris Turun Tangan, Bongkar Taktik Kiai Cabul Ashari Manipulasi Puluhan Santriwati