Poptren.suara.com - Masjid Al Jabbar di kawasan Cimincrang, Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, yang lagi viral saat ini tiba-tiba diberitakan bakal dibongkar karena masih menyisakan utang yang belum lunas.
Salah satu media online membuat narasi bahwa seorang pengusaha asal Batam, Simson Sitinjak kini jadi korban karena harus membayar utang kepada vendor-vendor yang seharusnya dibayar oleh kontraktor.
"Kalau tidak ada titik temu kami akan mengambil langkah hukum dan juga membongkar material seperti kawat las yang terpasang di kubah utama untuk dikembalikan," kata Simson Sitinjak.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun memberikan klarifikasi terkait pemberitaan tersebut melalui akun Instagram pribadinya, @ridwankamil.
Ridwan mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah melunasi semua kewajiban pembayaran kepada kontraktor.
"Sudah diaudit resmi oleh BPK. Sudah lunas nas nas," tulis Ridwan Kamil.
Menurutnya, pihak kontraktor memiliki cara dan metoda berbisnis kepada mitra vendor, suplier, sub kon, itu sepenuhnya secara hukum menjadi ranah tanggung jawab kontraktor.
"Jika ada permasalahan di antara pihak mitra kontraktor, semoga segera diselesaikan dengan baik sesuai dengan norma dan hukum yang berlaku. Hatur nuhun," tutup Ridwan Kamil.
Simson membeberkan perihal utang ini saat dirinya mendapat proyek dari pimpihan perusahaan konstruksi pelat merah di bulan Februari 2022.
Dia ditelepon saat itu untuk bergabung untuk mengerjakan kubah utama Masjid Al Jabbar.
Baca Juga: Wapres Maruf Amin: Fikih Harus Berkarakter Dinamis dan Adaptif dengan Perkembangan Zaman
Simson pun setuju dengan proyek tersebut dan mengajukan kontrak sekitar Rp30 miliar.
Pengerjaan proyek tersebut selama kurang lebih 8 bulan dengan jumlah tenaga kerja 220-240 orang.
Di sekitar bulan Maret 2022, dia mulai mengirimkan tenaga kerja, termasuk alat-alat perlengkapan kerja dan material.
Namun, setiap invoice yang dilayangkan kepada kontraktor, pembayaran tidak penuh. Jadi, pembayaran cuma sekitar 45-50 persen saja.
Berita Terkait
-
Masjid Al Jabbar Jadi Polemik, Kini Dibandingkan Dengan Masjid S Zayed Di Solo: "Ojo Dibandingke, Biayane Sundul Langit"
-
Pura Besakih Berstatus Cagar Budaya, Tepatkah Dibandingkan dengan Masjid Al Jabbar?
-
Akademisi: Ada Baiknya APBD Digunakan untuk Tata Kawasan Jabar
-
Ridwan Kamil Bangga 'Masjid Jadi Tempat Wisata', Tapi Warganet Ungkap Realita Ini
-
Denny Siregar Kritik Masjid Al Jabbar Makan Biaya Rp1 Triliun, Tokoh NU 'Sentil' Proyek Kereta Cepat
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026