Poptren.suara.com - Berita tentang kemunculan hewan 'dabbah' bekalangan mampu membuat heboh dunia maya. Dalam sebuah postingan Facebook, disebutkan bahwa dabbah telah tersebut muncul di Israel.
"Dabbah Telah Muncul Di Israel, Binatang Pesan Tanda Kiamat. Semoga Kita Dalam Lindungan Allah. Aminn," tulis unggahan tersebut di Facebook.
Seperti yang diketahui, dalam ajaran Islam disebutkan bahwa salah satu pertanda hari kiamat adalah munculnya dabbah, sejenis hewan melata yang berasal dari perut bumi. Ia memiliki tugas untuk memberikan tanda pada orang mukmin dan kafir.
Tapi, benarkah hewan yang muncul di Israel itu dabbah? berikut penjelasannya.
Ternyata cuma kadal endemik
Belakangan, hewan itu diketahui bernama Mexican Mole Lizard (Bipes biporus) atau kadal mol Meksiko, sejenis kadal endemik asal Meksiko.
Kadal mol Meksiko adalah spesies kadal yang hanya memiliki tungkai kaki depan yang digunakannya untuk menggali. Karenanya, tak heran spesies ini kerap menghabiskan sebagian besar waktunya di bawah tanah, dan mampu menggali tanah dengan kaki depannya yang kuat.
Terlepas dari namanya yang umum, kadal mol meksiko bukanlah kadal yang sebenarnya, melainkan termasuk dalam keluarga reptil yang berbeda yang dikenal sebagai Amphisbaenidae.
Reptil ini memiliki ciri khas tubuh berbentuk silinder seperti cacing, tidak memiliki tungkai, dan mata yang mengecil. Kadal mol Meksiko memakan serangga kecil dan invertebrata lainnya, yang mereka temukan dengan menggunakan moncongnya yang sensitif untuk mencari makanan di dalam tanah.
Baca Juga: Siap-Siap! Hyundai Bakal Buka Selubung Baru di IIMS 2023
Kombinasi antara salamander dan cacing
Dengan warna merah muda dan seperti cacing, kadal dengan panjang sekira 18-24 cm dan lebar 6-7 mm ini memiliki siklus hidup yang relatif pendek, yakni sekitar 1-2 tahun saja.
Secara fisik, kulitnya tersegmentasi secara rapat untuk memberikan tampilan bergelombang, dan seperti cacing tanah, pergerakannya di bawah tanah dilakukan dengan gerakan peristaltik dari segmen-segmennya. Sementara bentuk kepalanya yang tumpul memungkinkannya untuk menggali tanah berpasir secara efisien.
Kaki depannya yang pendek namun kuat dan seperti dayung, membuat hewan ini telihat aneh. Pendek kata, seperti kombinasi antara salamander dan cacing tanah.
Karena mengorbankan perkembangan telinganya agar dapat menggali dengan lebih efisien, kadal mol meksiko telah berevolusi agar kulitnya dapat mengirimkan getaran ke rumah siput.
Populasi kadal mol meksiko
Menurut beberapa studi yang ditemukan para peneliti di lapangan, kadal mol meksiko memiliki 2.000 populasi spesies--data tahun 1980--namun hanya 3 spesies yang kerap muncul ke permukaan tanah.
Semenanjung Baja California, Meksiko, adalah habitat asal spesies ini.Tapi karena kebiasaanya tinggal dalam tanah dan jarang menampakkan diri ke permukaan, membuat kadal ini sering dikatakan langka.
Tanah berpasir dan lahan kering menjadi salah satu tempat favorit spesies ini. Karenanya tak heran hewan ini kerap muncul di lokasi-lokasi yang mirip dengan gurun. Yakni wilayah kering, berpasir, dan sedikit lembap.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Hasil Jepang vs Tunisia: Samurai Biru Mudah Cetak Gol Kilat di Babak Pertama
-
Berjuang Hingga Dini Hari, Ojol di Makassar Ungkap Pahitnya Data Pertumbuhan Ekonomi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Indonesia dan Italia Sepakat Kerja Sama Pengembangan Kapal Angkatan Laut
-
Perum Bulog Hadir di Penas Petani Nelayan 2026 Gorontalo untuk Wujudkan Swasembada Pangan
-
Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026, Kiper Curacao Eloy Room Pernah Juara Piala KNVB Bareng Kevin Diks
-
Piala Dunia dan Gen Z: Ketika Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Sementara
-
Blu-ray Drakor Perfect Crown Dibatalkan, Imbas Dugaan Distorsi Sejarah
-
Pria Tega Perintahkan Istri Buang Bayi Masih Diburu Polisi