New Mukaab juga akan terdiri dari museum ikonik, universitas teknologi dan desain, serta teater imersif serbaguna.
Selain itu, 980.000 meter persegi akan didedikasikan untuk ruang ritel, 1,4 juta meter persegi untuk ruang perkantoran, dan 1,8 juta meter persegi untuk ruang fasilitas komunitas serta universitas yang berfokus pada teknologi dan desain.
Proyek yang diperkirakan akan selesai pada tahun 2030 dan menciptakan 334.000 lapangan kerja langsung dan tidak langsung dalam tujuh tahun ke depan.
Dalam sebuah wawancara dengan Arab News, Yasser Elsheshtawy, asisten profesor arsitektur di Universitas Columbia dan peneliti non-residen di Arab Gulf States Institute di Washington, mengatakan, "Ada kecenderungan di kalangan pengamat Barat dan Arab untuk mengabaikan proyek-proyek semacam itu, menggambarkannya sebagai tindakan kebodohan, dan hasil dari orang-orang yang memiliki terlalu banyak uang."
"Namun jika kita melihatnya secara obyektif, ini lebih dari itu. Setelah terlibat dengan salah satu tim yang diundang untuk berkompetisi dalam proyek ini, saya dapat membuktikan bahwa ada pemikiran yang serius yang terlibat dalam skema semacam itu." tambahnya.
Tapi ia percaya bahwa The Mukaab akan memberikan Riyadh sebuah "ikon unik" yang akan membuat kota ini identik dengannya, seperti Menara Eiffel atau Sydney Opera House.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
Tak Diperpanjang, Bangkok United Bongkar Kondisi Pratama Arhan di Akhir Kontrak
-
Curiga Alibi Jatuh di Kamar Mandi, Penjaga Kos di Bandung Diancam Usai Bongkar Kejahatan Pelaku
-
Soal Blok Andaman, Kapolda Aceh Jamin Investasi di Aceh Aman dan Nyaman
-
Sensus Ekonomi DIY Baru 9 Persen, Dibayangi Kekhawatiran Pajak hingga Penolakan Warga
-
Hitung-hitungan Korea Selatan Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Pantang Main Aman Lawan Afsel
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!
-
Rugi Terus, Prabowo Bakal Tutup 800 Perusahaan Pelat Merah untuk Berhemat
-
Jakarta Darurat Kabel Semrawut: Pelajar Tewas, Perda Mangkrak, Legislator Tuntut Sanksi Operator
-
Maut di Sumberpucung Malang: Pengendara Motor Tewas Tertimpa Truk Tetes Tebu