Poptren.suara.com - Resesi seks yang melanda sejumlah negara khususnya Jepang, membuat Pemerintah Jepang turun tangan dengan membentuk badan khusus yang siap membantu pasangan yang akan menikah dan ingin memilliki anak.
Sebuah riset yang dilakukan Institut Nasional Kependudukan dan Jaminan Sosial setidaknya terdapat 17,3 persen pria dan 14,6 persen wanita dengan rentang usia 18 hingga 36 tahun mengungkapkan tidak ingin menikah.
Akibatnya, tingkat kelahiran di Jepang mengalami penurunan yang sangat drastis, dan mengalami pertumbuhan penduduk yang mengancam perekonomian di waktu yang akan datang.
Adapun alasan warga Jepang enggan menikah, ada beberapa faktor:
1. Wanita Jepang bisa menghidupi dirinya sendiri
Perempuan Jepang lebih memilih untuk melajang karena sebagian besar dari mereka ingin mengetahui bagaimana mereka dapat hidup sendiri dan menemukan kekuatan dalam diri mereka. Sampai beberapa waktu lalu, mereka yang melajang harus menerima ujaran negatif dari komunitas mereka. Namun, belakangan ini hal tersebut mulai memudar.
2. Wanita Jepang fokus mengejar karier
Saat ini, semakin banyak perempuan Jepang yang memiliki pekerjaan. Bahkan meskipun hal ini tampak hebat, tetap tidak sesuai dengan budaya Jepang. Istri masih harus memikul tanggung jawab pengasuhan anak dan pekerjaan rumah tangga. Mereka juga diharapkan membantu kerabat yang lanjut usia.
Karena standar ganda ini, perempuan Jepang memilih tidak ingin menikah sama sekali dan ingin fokus pada kebebasan dan pekerjaan mereka.
Baca Juga: Ini Deretan Dampak Mengerikan dari Nikah Sesama Jenis, Millen Cyrus Masih Berani Coba?
Meski 70 hingga 75% perempuan Jepang berusia 25-60 tahun ke atas memiliki pekerjaan, karir mereka harus berakhir karena pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak. Itu sebabnya bagi perempuan Jepang, menikah berarti mendapat tanggung jawab lebih banyak di rumah yang harus mereka selesaikan sendiri. Hal itu menyebabkan perempuan Jepang memiliki jauh lebih sedikit waktu untuk melakukan apa yang mereka sukai, temasuk berkarir. Inilah alasan lain mengapa orang Jepang lebih memilih fokus pada karir dan melajang.
3. Pria Jepang menilai menikah adalah menambah beban hidup
Menurut pria Jepang, urusan hidup dan pekerjaan mereka tidak memotivasi mereka untuk menikah dan berkeluarga. Hal ini membuat banyak pria Jepang memutuskan untuk tetap melajang. Norma sosial di Jepang menuntut pihak pria harus mengurus istri dan keluarga secara finansial, dimana banyak yang merasa mereka tidak mampu melakukannya.
Orang Jepang kurang tertarik menjalin hubungan dan lebih menyukai kebebasan pribadi terutama karena kota-kota di Jepang menawarkan kehidupan yang mudah untuk para lajang. Bahkan ada restoran-restoran yang menyajikan solo diner dan hotel yang didesain untuk pria yang berpergian sendiri.
4.Biaya hidup di Jepang mahal
Wanita Jepang selalu berpikir ribuan kali jika mereka ingin membangun rumah tangga. Diketahui Untuk hidup di negara maju seperti Jepang, suami istri harus berpenghasilan masing-masing. Hal itu dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan atau biaya hidup yang tinggi di Jepang setiap bulannya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bapak-Bapak Wajib Tahu! 7 Daftar Sepeda Budget Pelajar Kualitas Juara untuk Olahraga Pagi
-
5 Sepatu Lari Lokal yang Paling Sering Muncul di FYP TikTok Mei 2026, Nomor 3 Paling Viral
-
7 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Adera Immunity Tour Terus Perkuat Sinergi dengan Pemkot Solo
-
ASN Kemenkumham Sumsel Meninggal Mendadak di Kos Palembang, Sempat Minta Diantar Pulang
-
6 Fakta Wacana Pajak Kendaraan Dihapus di Jabar: Ganti Sistem Jalan Berbayar ala Dedi Mulyadi
-
Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable
-
Sneakers Running Retro: 5 Brand Lokal yang Bangkitkan Gaya 90-an di Tahun 2026
-
Ngapel Berujung Sel! Pemuda Lebak Banten Diciduk Polisi Usai Kepergok Kakak Pacar
-
Kisah Nenek Ikah di Sukabumi, Selamat dari Dentuman Mencekam Saat Hendak Salat Magrib