Adalah Yayasan Komunitas Open Source yang telah berdiri selama 8 tahun (sejak 2015), yang rutin memberikan pembelajaran data sains secara gratis, baik melalui daring maupun luring.
Pembelajaran daring ilmu data dari Yayasan Komunitas Open Source biasanya dilakukan saban pekan dengan beberapa pengajar atau narasumber.
Arief Rama Syarif, sosok di balik gerakan belajar data sains secara gratis menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Yayasan komunitas Open Source adalah untuk menumbuhkan dan menggenjot komunitas- komunitas SDM berbasis data.
Ia juga menyebut bahwa dalam mempelajari ilmu data tak serumit yang dibayangkan. Hanya saja perlu konsistensi dan kemauan yang kuat.
"Gak perlu jadi ahli IT untuk belajar data sains. Banyak komponen penunjang yang bisa digunakan untuk belajar ilmu data, dimulai dari cara sederhana, melakukan uji coba, melakukan pendalaman, hingga pada ujungnya kita akan mendapatkan insight,'' bebernya pada Poptren beberapa waktu lalu.
Sosok yang merupakan dosen, praktisi data, dan narasumber di beberapa acara literasi data dan digital ini juga berharap bahwa talenta-talenta muda di Indonesia yang mahir mengolah data harus terus bertambah, seiring dengan kebutuhan industri.
Beberapa muridnya yang pernah ia tempa, kini sebagiannya telah menjalani tantangan dengan mengerjakan analisa data di industri logistik, lainnya menjadi mentor di salah satu jenama internasional, Amazon Web Service (AWS).
"Pintu yayasan akan selalu terbuka bagi mereka yang mau konsisten belajar. Gak perlu mikirin biaya dan fasilitas, karena kami sediakan semua. Yang penting cukup modal semangat belajar dan mau berbagi ilmu," pungkasnya.
Baca Juga: Mengenal Modus Kejahatan SIM Swap yang Bisa Menguras Data dan Isi Kantong Kamu
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Sebelum Diduga Habisi Nyawa Cucu Mpok Nori, eks Suami Ancam Bunuh Diri Pakai Pisau Gegara Ogah Pisah
-
Usai Beli Saham Capcom, Arab Saudi Bakal Caplok Moonton Rp102 Triliun
-
Ribuan Marinir AS Dikirim Donald Trump ke Timur Tengah, Keluarga: Kapan Ini Akan Berakhir?
-
Novel When My Name Was Keoko, Perjuangan Identitas di Bawah Penjajahan Jepang
-
HP Panas Padahal Gak Main Game? Waspada, Mungkin Ada "Tamu Tak Diundang" Lagi Ngintip
-
15 HP Oppo Terbaru 2026 dan Harganya, Mana yang Cocok Buat Kantongmu?
-
Bukan soal Nominal, Ini Alasan Pentingnya Menghargai Nilai dari Uang Kecil
-
Perang AS-Israel vs Iran Tak Kunjung Selesai, China Kirim Pernyataan Tegas
-
Dubai dan Abu Dhabi Diskon Besar-besaran Tarif Hotel Mewah di Tengah Perang, Minat?
-
Proyek Surya dan Hidrogen Hijau di RI Dapat Suntikan Dana, Regulasi Masih Jadi Hambatan?