Poptren.suara.com - Namanya Naegleria Fowleri yang merupakan sejenis amuba (organisme hidup bersel tunggal) yang hidup bebas dengan ukuran mikroskopis. Umumnya amuba ini ditemukan di air tawar yang hangat, seperti danau, sungai, mata air, dan tanah. hati-hati, amuba ini bisa menginfeksi manusia.
Bagaimana Naegleria Fowleri dapat menginfeksi otak manusia?
Naegleria Fowleri menginfeksi manusia ketika air yang mengandung amuba masuk ke dalam tubuh melalui hidung. Hal ini terjadi ketika orang berenang, menyelam, atau ketika mereka menaruh kepala mereka di bawah air tawar, seperti di danau dan sungai.
Amuba ini kemudian berjalan melalui hidung ke otak, di mana ia menghancurkan jaringan otak dan menyebabkan infeksi yang menghancurkan--lazim disebut Primary Amebic Meningoencephalitis (PAM).
Infeksi Naegleria Fowleri juga dapat terjadi ketika orang menggunakan air keran yang terkontaminasi untuk membersihkan hidung mereka selama praktik keagamaan atau membilas sinus mereka (mengalirkan air ke hidung).
Mengutip CDC.gov, dalam beberapa kasus, orang yang terkena infeksi Naegleria Fowleri biasanya bersal dari air rekreasi yang tidak memiliki cukup klorin di dalamnya, seperti kolam renang, kolam ombak, atau taman selancar.
Tapi belum ada bukti bahwa Naegleria fowleri dapat menyebar melalui uap air atau tetesan aerosol (seperti kabut shower atau uap dari pelembab udara).
Naegleria Fowleri biasa hidup di air tawar dan tahan dengan suhu hangat. Karenanya pada bulan-bulan hangat di bulan Juli, Agustus, dan September, sebaran amuba ini dikatakan dapat melonjak.
Di Amerika Serikat, dari 2012 hingga 2021 ada total 31 kasus infeksi yang dilaporkan. Dari 28 orang yang terinfeksi, 2 di antaranya terinfeksi usai membilas sinus mereka menggunakan air keran yang terkontaminasi.
Baca Juga: 6 Gejala Penyakit Leptospirosis, Waspadai saat Musim Penghujan Tiba
Secara umum, infeksi Naegleria fowleri terjadi pada pria muda, terutama mereka yang berusia 14 tahun ke bawah. Alasannya hingga saat ini masih belum jelas, meski ada kemungkinan bahwa anak laki-laki lebih sering menyelam ke dalam air dan bermain di sedimen di dasar danau atau sungai.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Paling Kuat di Asia, Rupiah Pukul Mundur Dolar AS ke Level Rp17.810
-
Rekam Jejak Saepul Pelaku Mutilasi Depok: Mantan Guru Matematika hingga Peserta Dangdut TV
-
IHSG Betah di Level 6.400 Pagi Ini, Pantau Saham DSSA
-
Intip Teaser Bad Lieutenant: Tokyo, Dibintangi Shun Oguri dan Lily James
-
Tablet Murah Harga Rp1 Jutaan: Lenovo Lecoo P900A Hadir dengan RAM 8GB dan OS Tanpa Iklan
-
Yayasan Harapan Ibu: Temuan Ratusan Senjata di Sekolah Murni Urusan Hukum, Bukan Konflik Internal
-
Pengusaha Masih Nakal, Ratusan Truk Obesitas Masih Ada di Jalan
-
UMKM Nelayan Makin Cuan Berkat Diversifikasi Hasil Laut, Pendapatan Tembus Rp68,45 Juta
-
Dukung UMKM, ShopeePay dan SPayLater Gelar Kompetisi Desain Batik "Corak Cerita Nusantara"
-
Niat Minta Minum, Suami di Bandar Lampung Malah Pulang Bersimbah Darah