Poptren.suara.com - Kepergian Syabda Perkasa Belawa tak hanya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga, rekan-rekan, tetapi juga seluruh masyarakat olahraga Indonesia, terutama pecinta bulu tangkis.
Seperti diberitakan Syabda meninggal dalam perjalanan ketika hendak berziarah. Dirinya meninggal dunia dalam kecelakaan di tol Pemalang, Jawa Tengah.
Syabda mulai berlatih badminton, sejak berusia 6 tahun dan sempat bergabung dengan beberapa klub bulu tangkis. Pada tahun 2013 ia bergabung dengan Klub PB Djarum dan karirnya semakin menanjak naik hingga akhirnya dirinya dipanggil untuk bergabung di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur sejak tahun 2018.
Ketertarikannya pada bulu tangkis diawali saat dirinya melihat sang ayah sedang bermain bulu tangkis dengan teman-temannya. Sejak itu Syabda mulai menekuni bulu tangkis dan menjelma menjadi salah satu atlet potensial kebanggan Indonesia.
Walaupun belum banyak tampil di berbagai turnamen besar bulu tangkis, Syabda telah banyak mengukir prestasi. Syabda pernah menjuarai Jakarta Junior Internasional Series 2019. Pada PON Papua 2021 dirinya meraih medali perak dalam cabang tunggal putra.
Pada tahun 2022, Syabda berhasil meraih dua gelar juara, dari ajang Lithuania International 2022 dan Malaysia International 2022.
Ia juga sempat berpartisipasi sebagai atlet pemain tunggal Putra Indonesia dalam ajang perebutan piala Thomas 2022. Ketika itu Indonesia tampil sebagai runner-up setelah kalah 0-3 dari India di partai puncak. Ia sempat menjadi pahlawan Indonesia saat turun di laga kelima kontra Korea Selatan di matchday pamungkas Grup A Piala Thomas 2022.
Terbaru, pemain kelahiran 25 Agustus 2001 ini tampil sebagai juara di ajang Iran Fjar International 2023 yang berlangsung pada 31 Januari-5 Februari lalu.
Baca Juga: Butterfly Effect Mario Dandy: 5 Pejabat Ini 'Digoreng' Abis Gegara Pamer Harta
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026