Poptren.suara.com - Banyak pasangan yang lelah dan bosan dengan posisi seks yang sama, sehingga mereka perlu mengeksplorasi berbagai perubahan dan inovasi dalam kehidupan seksnya. Hal ini untuk menghindari kebosanan dan menjaga gairah dalam hubungan intim.
Salah satu referensi yang harus dipelajari pasangan adalah Kamasutra. Sastra kuno yang berasal dari India ini dikenal membahas tentang seks dan teknik cinta.
Ditulis oleh Vatsyayana pada abad ke-3 atau ke-4 M, karya tersebut telah menjadi panduan seks populer di seluruh dunia.
Terdiri dari tujuh bab, Kamasutra membahas berbagai topik yang berkaitan dengan seks, seperti posisi seksual, teknik foreplay, dan hubungan antara pria dan wanita.
Karya itu juga membahas kesenangan dan keintiman dalam hubungan seksual, serta etika dan moralitas yang terkait dengan seks.
Salah satu aspek yang menarik dari Kamasutra adalah deskripsinya tentang berbagai posisi seksual. Terdapat lebih dari 60 posisi yang dibahas dalam karya ini, dan masing-masing posisi memiliki nama yang unik dan menggambarkan gerakan dan posisi tubuh yang berbeda.
Beberapa posisi seksual yang terkenal dari Kamasutra antara lain "Missionary", "Cowgirl", dan "Doggy Style".
Namun, Kamasutra bukan hanya tentang seks. Karya ini juga membahas tentang cinta, persahabatan, dan kesetiaan dalam hubungan. Vatsyayana menyatakan bahwa seksualitas harus dipahami sebagai bagian dari kehidupan manusia secara keseluruhan, dan bahwa seks dapat menjadi cara untuk mencapai kebahagiaan dan pemenuhan diri.
Namun, penting untuk diingat bahwa Kamasutra ditulis dalam konteks sosial dan budaya India yang berbeda dengan zaman sekarang, sehingga beberapa pandangan dalam karya ini mungkin tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma-norma sosial yang berlaku saat ini.
Baca Juga: Studi Menyebut Berhubungan Seks Terbaik Adalah di Pagi Hari
Oleh karena itu, bacaan dan pemahaman yang cermat tentang Kamasutra diperlukan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan ketidakpuasan dalam hubungan seksual.
Kamasutra merupakan sebuah karya sastra yang kaya dan menarik, yang menggabungkan aspek-aspek kultural, sosial, dan psikologis dalam membahas tentang seksualitas manusia.
Namun, penting untuk memahami bahwa panduan seksual bukanlah satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan atau kebahagiaan dalam hubungan, dan bahwa setiap individu dan pasangan memiliki cara sendiri dalam mengeksplorasi dan memenuhi kebutuhan seksual mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Hakim PN Depok Tertangkap Tangan Terima Ratusan Juta dari Swasta, KPK Lakukan OTT!
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
Terkini
-
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
-
UMKM Ramadan Fest 2026 Dipusatkan di Taman Siring Laut
-
Gabung Dewa United Hanya Batu Loncatan, Ivar Jenner Targetkan Kembali ke Eropa Lagi
-
Bye-bye Impor! SPBU Swasta Mulai Antre Borong Solar Pertamina
-
Gara-Gara Telat Ngopi, Aku Terjebak Caffeine Withdrawal Syndrome
-
Lelah di Balik Seragam: Menyingkap Beban Emosional Guru yang Tersembunyi
-
Bocoran Fitur Galaxy A57 Mencuat, Harga Samsung Galaxy A56 Kini Jadi Makin Murah
-
Dasco: Partai Gerindra Ingin Hidup untuk 1000 Tahun
-
Kunci Jawaban Dasar-Dasar Kuliner Kelas X Uji Kompetensi Halaman 76
-
Apakah Serum Anti Aging Boleh Dipakai Setiap Hari? Cek 5 Rekomendasi untuk Usia 40 Tahun ke Atas