Poptren.suara.com - Meskipun seringkali disalahartikan sebagai gangguan bipolar, perubahan suasana hati yang ekstrem dan tiba-tiba pada seseorang sebenarnya dapat disebabkan oleh dua kondisi yang berbeda, yaitu moody dan bipolar.
Perasaan dan suasana hati seseorang yang berubah-ubah secara tidak terduga atau tiba-tiba bisa dikatakan sebagai moody. Orang yang moody dapat merasa senang dan optimis pada satu saat, namun kemudian bisa merasa sedih atau marah pada saat yang lain tanpa alasan yang jelas.
Moody bukanlah suatu kondisi kesehatan mental atau gangguan psikologis yang diakui secara medis, melainkan lebih merupakan ciri kepribadian atau gaya hidup seseorang.
Namun, terkadang perubahan suasana hati yang ekstrem dan tiba-tiba dapat menunjukkan adanya gangguan mental atau kondisi kesehatan lainnya, seperti bipolar atau gangguan depresi mayor.
Jika perubahan suasana hati yang ekstrem dan tiba-tiba tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari seseorang atau mempengaruhi hubungan dengan orang lain, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau profesional kesehatan mental untuk mendapatkan evaluasi dan bantuan yang diperlukan.
Sedangkan menurut Jurnal Molecular Psychiatry, bipolar adalah gangguan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem, yaitu periode mania yaitu suasana hati yang sangat riang dan bersemangat serta periode depresi.
Saat mania, seseorang dapat merasa sangat senang, penuh energi, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, dan mungkin merasa tidak perlu tidur atau makan. Sedangkan saat depresi, seseorang dapat merasa sangat sedih, kehilangan minat pada aktivitas yang biasanya disukai, kelelahan, dan sulit berkonsentrasi.
Bipolar dapat memengaruhi kehidupan seseorang dalam berbagai cara, termasuk hubungan sosial, pekerjaan, dan kesehatan fisik dan mental.
Menurut jurnal penelitian, terdapat beberapa faktor yang berkontribusi pada perkembangan bipolar, termasuk faktor genetik, lingkungan, dan kimia otak.
Baca Juga: 'Wis Wareg!' RR Minta Presiden Jokowi Mundur Kalau Mau Selamat
Studi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dalam aktivitas otak pada orang dengan bipolar dibandingkan dengan orang yang tidak mengalami gangguan tersebut. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa ada ketidakseimbangan kimia otak, seperti neurotransmiter dopamin dan serotonin, pada orang dengan bipolar.
Faktor lingkungan juga dapat mempengaruhi perkembangan bipolar. Beberapa studi menunjukkan bahwa perubahan dalam pola tidur, stres, dan konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu dapat memicu episode bipolar.
Terapi dan obat-obatan dapat membantu mengelola gejala bipolar. Terapi perilaku kognitif dapat membantu seseorang memahami dan mengelola perasaan dan pikiran mereka, sementara obat-obatan seperti stabilizer suasana hati dapat membantu mengurangi episode mania dan depresi.
Terapi keluarga dan dukungan sosial juga dapat membantu seseorang dengan bipolar dalam mengelola gejala mereka dan memperbaiki kualitas hidup mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
Terkini
-
Promo JSM Alfamidi 13-15 Maret 2026, Kue Kaleng Lebaran Mulai Rp17 Ribuan
-
MA Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar soal Google Play Billing Resmi Berkekuatan Hukum Tetap
-
Strategi Marketing Unik Aldi Taher Bikin Aldis Burger Mendunia
-
Prabowo Minta Luhut sampai Purbaya Sampaikan Laporan Terbuka di Sidang Kabinet Paripurna
-
Jelang Putusan! Nasib Direktur PT WKM, Lee Kah Hin di Kasus Sumpah Palsu Ditentukan Pekan Depan
-
Bank Mega Syariah Koleksi DPK Rp 12 Triliun Sepanjang 2025
-
Akui Ijazah Jokowi Asli, Rismon Bakal Tulis Buku Antitesis dari "Jokowi's White Paper"
-
Ancaman Trump ke Iran di Piala Dunia 2026 Disorot, Jurnalis Uruguay Ungkit Kasus Indonesia
-
Pakai Baju Adat Jawa ke Sekolah, Siswa SMAN 4 Yogyakarta Bangga Kenakan Gagrak
-
Anggaran Rp14 Miliar untuk 72 Mobil Listrik, Pemprov NTB Dikritik Lakukan Pemborosan