Beras Analog merupakan pangan alternatif pengganti beras yang terbuat dari selain padi, berbentuk mirip dengan butiran beras asal padi.
Dari segi rasa dan cara memasak, beras Analog ini tidak jauh berbeda dengan beras biasa, tapi warnanya tidak seputih beras asal padi.
Selain itu, berbeda dengan beras biasa, beras Analog lebih tahan lama dan tidak perlu dicuci saat akan dimasak.
Guru Besar bidang Ilmu Rekayasa Pangan IPB Prof Dede Robiatul Adawiyah mengatakan dalam penelitiannya pada 2014, bahan lain selain padi bisa dijadikan sumber karbohidrat sehingga bisa menjadi alat diversifikasi pangan.
"Meskipun memakai frasa beras tiruan, bahan-bahan yang digunakan merupakan bahan alami dari sumber pati atau mengandung zat tepung dan karbohidrat. Layaknya beras dari padi, beras tiruan dinilai dapat menggantikan sumber karbohidrat dan dapat menjadi potensi bahan pangan utama masyarakat Indonesia," katanya usai media workshop bertajuk “Cinta Pakai Micin, Why Not?” di Jakarta, Senin (17/4/2023).
Lebih lanjut Prof Dede Robiatul Adawiyah mengatakan beras analog dibuat dengan cara menghaluskan bahan kemudian membentuknya menjadi butiran menyerupai beras dengan karakteristik mendekati beras.
“Mengingat sumber pati kita banyak, karbohidrat kita banyak, itu bisa dipakai untuk menghasilkan beras nonpadi, beras yang dihasilkan dari berbagai macam sumber pati itu,” imbuhnya.
Menurut Prof Dede, beras analog bukan hanya dibuat dari shirataki. "Sirataki itu kan dibuatnya dari umbi porang, jadi (beras) analog itu bisa dibuat dari macam-macam (bahan), misalnya ubi jalar, singkong, sagu. Namanya analog, tiruan,” katanya.
Untuk membuat beras analog diperlukan bahan baku dan bahan tambahan yang tepat.
Baca Juga: Doa Hari Terakhir Ramadhan, Amalkan Sebelum Bulan Puasa Berakhir
Beras analog dapat dibuat dari sumber pati nonberas yang sudah berbentuk tepung dengan tambahan kacang-kacangan sebagai sumber protein.
Bahan tambahan lain yang diperlukan adalah komponen pati dari tapioka dan pengemulsi dari gliserol monostearat (GMS), lesitin kedelai, serta sodium lactylate (SSL).
Selain bahan utama dan bahan tambahan, beras analog pun dapat ditambah dengan bahan fortifikasi lain untuk meningkatkan nilai gizinya. Beberapa bahan fortifikasi yang dapat digunakan adalah vitamin A, vitamin E, dan mineral.
Namun, Prof Dede mengatakan masih banyak masyarakat Indonesia yang memiliki stigma negatif terhadap beras analog.
Di samping penggunaan kata analog atau tiruan sebagai penyebutan beras ini, masyarakat masih menganggap beras dari padi masih menjadi yang terbaik.
“Kadang-kadang, konsumen menolak (karena) persepsinya tiruan. Tapi dari sisi bentuk sebetulnya bisa (menjadi bahan alternatif untuk pendamping beras dari padi),” tutur Prof. Dede.
Berita Terkait
Terpopuler
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
- 6 Smartwatch di Bawah Rp1 Juta, Fitur Premium untuk Aktivitas Sehari-hari
- Kata Anak Pinkan Mambo Usai Tahu Sang Ibu Ngamen di Jalan: Downgrade Semenjak Nikah Sama Suaminya
Pilihan
-
Tragedi Gas Maut di TB Simatupang: 4 Nyawa Melayang dalam Toren, Proyek 8 Lantai Kini Senyap
-
Akses Jalan Diblokir, Warga Kepung Pesantren Darul Istiqamah Maros
-
Brady Ebert Bekas Gitaris Turnstile Ditangkap Terkait Kasus Percobaan Pembunuhan
-
Tak Ganggu Umat Muslim, Pihak Yayasan Pastikan Rumah Doa Jemaat POUK Tesalonika Jauh dari Masjid
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
Terkini
-
Jude Bellingham Minim Bermain di Timnas Inggris, Ini Respon Arbeloa
-
Estimasi Ongkos Motor Listrik vs Motor Bensin Jangka Waktu 5 Tahun, Mending Mana?
-
Rahasia PIK Bisa Tarik 18 Juta Pengunjung: Destinasi yang Tak Lagi Bergantung Musim Liburan
-
Misteri Kematian Pensiunan PNS Bekasi: Ditemukan Telungkup, Polisi Lakukan Penyelidikan
-
Mood Swing Jelang "Tamu Bulanan" Bikin Capek? Ini Rahasia Biar Tetap Kalem
-
ASUS Rilis Mini PC ExpertCenter PN55, Didukung AMD Ryzen AI 400 dan Copilot+
-
Isi Garasi Jaksa Wira Arizona di Kasus Videografer Amsal Sitepu, Tunggal Harga Menggelegar
-
Rp3 Triliun untuk PSEL Sulsel, Menteri LH: Gubernur Meyakinkan Kami
-
3 Personel UNIFIL RI Terluka Lagi di Lebanon, Kemlu: Serangan Berulang Ini Tidak Dapat Diterima!
-
Antrean Kendaraan Menuju Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Terurai