Poptren.suara.com - Transmisi mobil dibagi menjadi dua, transmisi manual dan transmisi matik. Mobil dengan transmisi manual semkin kesini semakin banyak dipilih karena dirasa memudahkan pengemudi dalam berkendara, karena pada pengoperisannya mobil matik dibuat lebih sederhana daripada manual.
Meskipun demikian, bukan berarti bisa digunakan sembarangan. Artinya, saat mengendarai mobil matik, pengemudi harus menggunakan perasaan dan tidak boleh kasar. Kenapa ? Karena teknologi matik baik untuk konvensional maupun CVT, agar semakin maju dan mobil makin halus, nyaman, responsif dan akseleratif, sehingga lebih banyak memiliki masalah dibandingkan mobil di bawah tahun 2010 dan 2000an.
Dengan kata lain, teknologinya yang semakin bagus, semakin bertambah pula beragam gejala yang ditunjukkan. Gejalanya pun mirip-mirip, seperti perpindahan tuasnya kasar, loss, masalah pada shifting gear, loss partial, serta kendala lainnya. Jika pada masa dahulu pemicunya sederhana, dimasa sekarang pemicunya banyak dan bervariasi.
Penyebab umum mengapa umur transmisi mobil matik lebih pendek dan cepat rusak adalah karena, pertama, mobil dengan transmisi manual presnelingnya dapat dipindah dengan menginjak pedal kopling, sedangkan matik tuas transmisi bisa digeser tanpa harus menginjak pedal tertentu, amun perlu diingat, hal ini tidak bisa dilakukan secara sembarangan.
Contohnya, saat akan memarkirkan kendaraan, mobil yang hendak maju ataupun mundur namum dalam posisi yang belum benar-benar berhenti tetapi tuas transmisi sudah digeser. Pengemudi yang mengemudi dengan transmisi matik, perpindahan tuasnya tidak boleh buru-buru karena engagementnya atau interaksinya lebih lama, dan kopling belum bekerja dengan baik maka beresiko timbul masalah.
Kedua, saat sedang buru-buru, banyak pengemudi tidak sabar menunggu mobil dalam keadaan idle, langsung menggeser tuas presneling ke D. Padahal, mobil ketika pagi hari masih dingin, karena tidak sabaran menunggu rpm idle, maka langsung geser tuas, padahal rpm idle itu dibutuhkan supaya tekanan oli pada idle stabil.
Sebagai informasi, kalau 1.000 rpm hingga 1.500 rpm langsung menggeser, tekanan masih oli tinggi. Jikalau tekanan oli tinggi potensi timbulnya kaget jadi lebih besar. Tidak jarang pada matik tipe tertentu, shock ini bisa berpotensi memperpendek usia pakai mobil.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
- Harta Kekayaan Iptu Setya Budi Dias, Oknum KPK Pemeras Bupati Pemalang
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Sepatu Kasual Nyaman untuk Jalan Kaki di Kota, Ringan dan Empuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
Terkini
-
Rugi Rp25,2 Miliar! Diana Pungky Polisikan Mantan Asisten Terkait Penggelapan dan TPPU
-
Ditantang karena Belum Periksa Raja Juli, KPK: Bukan Masalah Berani atau Tidak
-
Whooz Bikin UMKM Tak Perlu Lagi Investasi Server dan Jaringan
-
Piala Presiden 2026: Persija Bisa Tersingkir Meski Bantai PSMS Medan
-
Fahri Hamzah Usul Peradilan Etik, Pejabat Bisa Langsung Dipecat Sebelum Terjerat Korupsi
-
Review Serafina Makes Waves: Buku Bergambar Penuh Tawa dan Pelajaran Hidup
-
3 Fitur Layar Samsung Galaxy Z Fold8 yang Wajib Dicoba untuk Multitasking dan Hiburan
-
Mitsubishi Fuso Siapkan 6 Langkah Antisipasi untuk Konsumen yang Gunakan Solar B50
-
GAC Indonesia Jamin Pengiriman Mobil Listrik Selama GIIAS 2026 Dua Hari Sampai
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Aroma Teh, Cocok untuk relaksasi!