Poptren.suara.com - Apa benar mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) bisa bikin miskin mendadak? Bukankah justru sebaliknya, karena rumah masih dinilai sebagai aset yang berkembang nilai jualnya.
boleh jadi benar, kekayaan bersih Anda bakal meningkat karena ada aset baru dalam keuangan pribadi Anda. Namun jangan lupa, KPR juga merupakan utang, maka selain ada pertambahan nilai aset ada pula pertambahan nilai utang yang harus Anda hitung.
Jika tak cermat, maka Anda bisa miskin mendadak.
Utang sejatinya merupakan pengeluaran wajib yang harus dibayar, itu artinya kehadirannya bisa menjadi suatu hal yang bersifat prioritas.
Tanpa manajemen keuangan yang baik, pengeluaran yang tinggi tentu bisa menimbulkan masalah pada kemudian hari, terlebih jika pengeluaran bahkan melebihi pemasukan bulanan.
Jika itu terjadi, maka secara perlahan tabungan akan terkuras habis. Selain menambah utang baru, bisa saja Anda juga kehilangan rumah yang baru Anda beli karena tidak sanggup membayar cicilan.
Bagi Anda yang tidak ingin merasakan hal itu, berikut adalah dua hal yang harus dipersiapkan sebelum mengajukan KPR.
Dalam perencanaan keuangan, cicilan utang bulanan maksimal yang ideal adalah tidak lebih dari 30% pemasukan. Jadi, jika Anda saat ini sudah memiliki cicilan utang setara 10% dari pemasukan, Anda masih memiliki ruang sebesar 20% untuk cicilan lainnya.
Baca Juga: Juli Konten Youtube Bisa Jadi Jaminan Utang di Bank, Netizen: "Bayar Cicilan Pake Ngonten"
Akan tetapi, bunga KPR yang bersifat floating tentu akan membuat nilai cicilan berfluktuasi seiring dengan berjalannya waktu. Ketika suku bunga acuan dari bank sentral naik, maka bunga KPR pun naik, begitu pula dengan cicilan KPR.
Jika tenor KPR yang diambil cukup panjang, maka beban finansial tentu bisa semakin membebani di kemudian hari.
Tidak akan ada yang tahu seperti apa kondisi perekonomian yang terjadi di Indonesia dalam jangka panjang, bisa jadi ada hal-hal yang nantinya akan memaksa pemerintah untuk menaikkan suku bunga dan memunculkan dampak baru pada finansial Anda.
Dana darurat di atas 6 kali pengeluaran bulanan
Dana darurat, sejatinya bertujuan untuk mengantisipasi adanya risiko kehilangan penghasilan yang muncul karena berbagai faktor.
Mencari pekerjaan tentu jadi solusi, tapi untuk kondisi saat itu tentu itu tak mudah. Karenanya, sediakanlah dana darurat lebih dari enam kali pengeluaran bulanan sebagai bentuk antisipasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Sinopsis The Unexpected Family, Pura-Pura Jadi Keluarga Demi Pengidap Alzheimer
-
Peran Journaling dalam Film Even If This Love Disappears Tonight di Netflix
-
Pesan Keras Prabowo di Kandang NU: Jangan Ada Dendam, Mari Bersatu Demi Rakyat
-
54 Kode Redeem FF Terbaru 8 Februari 2026, Ada Skin Parasut dan Monster Truck
-
Viral CCTV Pria Diduga Gendong Mayat di Tambora, Polisi Turun Tangan
-
6 Fakta Restoran Baru Ahmad Dhani, Dilabeli Bintang Lima hingga Sejarah Bangunannya
-
6 Rekomendasi Foundation Viva: Mulai Rp6 Ribuan, Ada yang Tahan 12 Jam
-
3 Rekomendasi Rute Gowes Sepeda di Cibinong Bogor, Cocok Buat Healing & Olahraga untuk Gen Z
-
Bocoran Harga Honor X80 Beredar, HP Murah 10.000 mAh dengan Snapdragon Anyar
-
4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya