/
Rabu, 16 Agustus 2023 | 00:18 WIB
Ilustrasi tanah ratak karena musim kemarau panjang. (Antara/Fakhri Hermansyah)

Poptren.suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau di Indonesia tahun 2023 akan mencapai puncaknya pada bulan Juli-Agustus 2023.

"Secara umum puncak musim kemarau 2023 di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan terjadi pada periode Juli-Agustus 2023 dengan jumlah zona musim mencapai 72,53 persen," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, dalam siaran pers, Rabu (5/7/2023).

Kekeringan pada musim kemarau akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan air di wilayah-wilayah yang tingkat intensitas hujannya rendah seperti NTT (Nusa Tenggara Timur), NTB (Nusa Tenggara Barat), Bali, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua.

Adapun lahan pertanian yang umumnya mengalami kekurangan air saat musim kemarau yaitu sawah tadah hujan serta sawah dengan irigasi teknis dari bendung, yang mana sawah jenis ini bergantung terhadap debit air sungai.

Dikutip dari situs Kementrian PUPR pu.go.id, Jarot Widyoko selaku Plt Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR mengatakan bahwa kementerian sudah melakukan antisipasi untuk mengatasi kekeringan di musim kemarau ini. Selain itu Kementerian PUPR juga akan berkoordinasi dengan Cipta Karya dan Pemda untuk mengedrop air menggunakan tangki-tangki air.

Kementerian PUPR akan melakukan operasi dan pemeliharaan sumur-sumur eksisting dari program OPOR (Operasi Pemeliharaan Optimalisasi dan Rehabilitasi) yang berjumlah sekitar 8.213 sumur bor (kapasitas 72,02 m3/detik).

Load More