Poptren.suara.com - Chatbot merupakan program buatan yang berbasis Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence atau AI). Chatbot diciptakan untuk mensimulasikan percakapan atau obrolan seolah-olah dari manusia dengan pengguna melalui berbagai platform.
Setelah menjadi viral pada bulan November yang lalu, Chatbot AI telah digunakan secara luas di seluruh dunia. Namun, tampaknya perusahaan ini tidak berada dalam posisi yang menguntungkan.
Menurut laporan dari majalah Analytics India, ChatGPT telah mengalami penurunan jumlah pengguna. Pada bulan Juni, sekitar 1,7 miliar orang menggunakan chatbot AI ini, namun angka tersebut turun 12 persen menjadi 1,5 miliar pengguna aktif pada bulan Juli.
Laporan produk dari OpenAI pada bulan April lalu mengungkap bahwa operasional ChatGPT menghabiskan biaya sekitar 700 ribu dolar atau sekitar Rp 10 miliar setiap harinya. Selain itu, perusahaan mengalami kerugian yang cukup besar, di mana Sam Altman, pendiri OpenAI, mengalami kerugian sebesar 540 juta dolar AS atau sekitar Rp 7,97 triliun sejak peluncuran ChatGPT. Biaya operasional sebesar 700 ribu dolar AS per hari didanai oleh Microsoft dan investor lain.
Di sisi lain, OpenAI juga telah merekrut sejumlah posisi dengan gaji yang mengesankan. Selain itu, perusahaan ini juga memperluas kantornya di London, yang semuanya berkontribusi terhadap biaya operasional.
Menurut laporan dari India Today pada Senin (14/8/2023), awal bulan ini, laporan Windows Terbaru mengungkapkan bahwa OpenAI telah mengajukan permohonan merek dagang yang menunjukkan adanya GPT-5 di masa depan. Merek dagang AS tersebut terlihat oleh publikasi tersebut pada tanggal 18 Juli dan menunjukkan bahwa OpenAI mungkin berencana untuk segera mengungkapkan model bahasa baru yang dikenal sebagai LLM (Large Language Model).
Seorang pengguna di Twitter, dengan akun bernama "X," mengindikasikan bahwa salah satu faktor dari penurunan jumlah pengguna ChatGPT adalah adanya API yang bersaing. Banyak tempat kerja melarang penggunaan ChatGPT oleh karyawan, namun mereka menggunakan API ChatGPT untuk mengembangkan model bahasa besar (LLM) mereka sendiri dan mendorong karyawan untuk menggunakannya.
Pembahasan mengenai GPT-5 mengindikasikan bahwa OpenAI kemungkinan sedang merancang versi ChatGPT yang lebih canggih. Namun, belum ada rincian lebih lanjut yang diungkapkan, dan OpenAI belum tentu akan meluncurkan GPT-5 tahun ini.
Baca Juga: Sering Dianggap Dekat dengan FPI dan Habib Rizieq, Anies: Saya Mendukung Semua Organisasi Legal
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi