Ingin tahu seperti apa kisah perjalanan Ruth Gabriel di dunia kuliner hingga mampu menghadirkan laksa tanpa santan dengan rasa yang menggugah selera? Simak penuturan lengkapnya.
Di balik setiap hidangan lezat terdapat tangan seorang kreator yang punya semangat dan dedikasi untuk meramu bahan-bahan makanan menjadi kreasi kuliner yang luar biasa. Begitu pula dengan sosok pengusaha muda sekaligus chef berbakat, Ruth Gabriel
Cintanya yang mendalam pada makanan tradisional dan kegigihannya menekuni dunia kuliner, membuat Ruth Gabriel berhasil menghidupkan kembali rasa autentik Indonesia, termasuk saat berkreasi membuat laksa tanpa santan.
Untuk diketahui, perempuan muda kelahiran Jakarta tahun 1998 ini mulai menyenangi dunia kuliner sejak sekolah. “Pas SMA, saya suka bikin pastry (aneka kue), dibawa ke sekolah, lalu dibagikan ke teman-teman,” ujar Ruth Gabriel.
Ketekunan dan kesenangannya membuat pastry membuat kedua orangtua mendukung minat dan bakat Ruth Gabriel. “Kalau senang, kamu lanjutin,” begitu pesan orangtua kepadanya yang terngiang hingga sekarang.
Dukungan orangtuanya itulah yang memotivasi Ruth Gabriel selepas SMA melanjutkan ke Indonesia Patisserie School dan belajar ilmu pastry. “Selama satu tahun saya belajar sampai mendapatkan sertifikat untuk membuat pastry,” ujarnya.
Ruth Gabriel pun menekuni dunia pastry dengan serius hingga pernah menjuarai sebuah kompetisi, yaitu TAFE pastry competition pada 2017.
Belajar Kuliner ke Singapura
Kesenangannya pada dunia tata boga menggerakannya untuk menimba ilmu di Singapura. “Salah satu pertimbangannya, karena di Singapura kita diajari untuk membuat Asian Food. Sedangkan rata-rata sekolah kuliner di Australia atau negara lain ngajarinnya lebih ke Western atau European Food. (di Singapura) Saya belajar semua makanan, mulai Indonesian, Malaysian, hingga Chinese Food,” cerita Ruth Gabriel.
Sistem belajar di Singapura pun sangat ketat. “Saya sekolah dari Senin sampai Sabtu, satu tahun sekolah satu tahun lagi kerja untuk mendapatkan ijazah diploma,” ucap perempuan penyuka travelling ini.
Baca Juga: 4 Manfaat Penggunaan Siwak bagi Kesehatan Gigi dan Mulut
Selain itu, sambung Ruth Gabriel, pembelajarannya pun menekankan praktik hingga para lulusannya punya skill mumpuni untuk memproses makanan mulai dari A sampai Z. “Saat mengolah daging kambing, saya diajari dari menyembelih, memotong, menguliti, memisahkan daging dari tulang, hingga memotong dagingnya menjadi bahan masakan,” terangnya.
Jelang kelulusan, Ruth Gabriel mendapatkan ujian yang lumayan sulit. “Saya diminta untuk membuat makanan, jenis baru yang belum ada dan tidak boleh berasal dari negara sendiri.” Usulan makanan Ruth sempat berkali-kali ditolak. “Saya sempat berpikir, saya lulus enggak sih,” ungkapnya.
Menginspirasi Generasi Muda Melalui Laksa
Ruth Gabriel mengaku lidahnya adalah penjelajah rasa yang tak pernah berhenti. Melalui perjalanan dan eksplorasi kuliner yang tiada henti, pengusaha muda ini belajar tentang ragam cita rasa dan teknik memasak dari berbagai daerah di Indonesia.
Namun, di tengah keragaman itu, ada satu hidangan yang dengan kuat memanggilnya – laksa, sebuah hidangan tradisional Indonesia yang memikat dengan aroma dan rasa yang khas.
Apalagi laksa adalah hidangan yang tak asing di keluarga Ruth Gabriel. “Soalnya laksa itu makanan favorit Mama saya, dia sering ke Singapura untuk beli laksa. Daripada bolak-balik Singapura yang ongkosnya mahal, saya membuat laksa sendiri di rumah,” jelasnya.
Tidak mudah bagi Ruth Gabriel menemukan resep rahasia sekaligus bisa disukai para pelanggan. “Saya buat laksa dan dicicipi oleh Mama dan Papa, apa yang masih kurang atau sudah cukup. Butuh waktu setahun untuk menemukan resep laksa enak hasil ramuan saya sendiri,” akunya.
Awalnya, Ruth Gabriel menjual laksa dengan cara PO online, termasuk aneka kuliner lain seperti nasi, hingga akhirnya membuka kedai laksa di petak enam Glodok, Jakarta Pusat. Sampai saat ini Laksatiam sudah punya empat cabang, yaitu Pinang Tangerang, Cikokol Tangerang, dan Surabaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Kylian Mbappe Bocorkan Tips Rahasia demi Prancis Juara Piala Dunia 2026
-
Halal Bihalal Bank Sumsel Babel 2026: Perkuat Sinergi dan Bangun Budaya Kerja Positif
-
Kondisi Terkini Jalur Puncak Cianjur - Bogor, Hujan Deras Picu Kabut Tebal
-
Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
5 Fakta Aksi Begal Sadis di Prabumulih: Korban Ditendang hingga Motor Raib
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Keputusan Carlo Ancelotti Coret Neymar Bikin Marah Legenda Brasil