Poptren.suara.com - Salah satu sumber protein yang mudah di dapat dan penting adalah ikan. Namun tidak semua ikan boleh dikonsumsi, karena justru mendatangkan racun bagi tubuh.
Ikan banyak ragamnya, ikan termasuk yang paling sering dikonsumsi manusia karena merupakan salah satu sumber protein sekaligus mudah diolah. Tidak jarang ikan menjadi menu diet, karena selain mengandung protein yang tinggi, ikan omega-3 nya banyak tapi rendah kalori. Meski baik untuk tubuh, tapi ternyata tidak semua jenis ikan boleh dikonsumsi, karena justru mendatangkan racun untuk tubuh.
Apa saja ikan yang sebaiknya dihindari untuk dikonsumsi ? Beberapa ikan yang tidak disarankan dikonsumsi diantaranya :
1. Ikan buntal
Ikan ini tidak boleh dikonsumsi karena sudah menjadi rahasia umum bahwa ikan ini mengandung racun bernama tetrodotoksin yang sangat berbahaya karena racunnya menyerang sistem saraf dan sangat mematikan.
2. Gindara
Ikan satu ini dikenal juga sebagai tuna putih yang rasanya enak, namun ikan satu ini jangan terlalu sering dikonsumsi apalagi dalam jumlah banyak. Kenapa ? Karena ikan ini mengandung zat lemak bernama gempylotoxin, yang membuat dagingnya terasa lezat, namun bisa menimbulkan masalah pada usus, diare contohnya.
3. Hiu
Laman The Daily Meal menuliskan kadar merkuri dalam ikan hiu tinggi karena ikan satu ini merupakan predator terbesar di lautan. Ikan hiu menjadi salah satu sajian yang disukai banyak orang.
Baca Juga: Sederhana dan Hemat, Nasi Bakar Ikan Tongkol Daun Kemangi
4. Kerapu
Kerapu kandungan merkurinya tinggi sehingga masuk dalam daftar ikan yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Selain itu ikan satu ini juga rentan terhadap penangkapan berlebihan.
5. Sidat
Situs Seafood Watch from Monterey Bay Aquarium memaparkan ikan sidat masuk dalam daftar ikan yang harus dihindari karena penangkapannya yang berlebihan sehingga mengancam kepunahannya. Selain itu, sidat cenderung mudah menyerap dan menyimpan bahan kimia serta kontaminan yang berbahaya untuk tubuh, seperti polychlorinated biphenyls.
6. Tilapia
Pada laman Dr Axe tercantum penelitian yang diterbitkan Journal of American Dietetic Association, mengemukakan bahwa mengonsumsi ikan tilapia dapat memicu peradangan. Tilapia memang mengandung asam lemak omega-3 yang rendah, namun kadar omega-6 nya lebih tinggi. Sehingga memicu peradangan berkepanjangan yang memperburuk berbagai penyakit kronis.
7. Tuna
Ikan satu ini mudah dijumpai sebagai olahan sushi. Tapi berhati-hatilah, karena kandungan merkuri pada ikan tuna termasuk tinggi. Agar aman dikonsumsi, ikan ini harus diolah dengan tepat. Atau agar lebih merasa aman, bisa konsumsi cakalang.
Cakalang masih satu family dengan tuna, yakni Scombridae. Kenapa ikan cakalang ? Karena kadar merkurinya lebih rendah dari tuna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
Anggota Denintel Kodam XVII/Cendrawasih Gugur Diserang KKB di Nabire
-
Terpopuler: Mobil Murah dengan Opsen yang Nggak Bikin Perih, Pikap Agrinas Tuai Kritik
-
Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat: Mengapa Terlalu Berusaha Justru Menjauhkan Bahagia?
-
Wajib Mampir! Intip Menu Buka Puasa Favorit Sekda Bogor di Festival Ramadan 2026 Cibinong
-
Berapa Nisab Zakat Penghasilan 2026? Ini Penjelasannya
-
Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta
-
Pemakaman Alex Noerdin Digelar Usai Dzuhur, Ini Rangkaian Prosesi Lengkapnya
-
Sinopsis Shazam! di Blockbuster Sahur Movies Trans TV 26 Februari 2026
-
Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang
-
Kampung Ramadan Wedomartani, DRW Skincare Hadirkan Berbagi dan Pemberdayaan UMKM