Poptren.suara.com - Bagi pengendara mobil transmisi matik, penting untuk tidak sembarangan masuk gigi P karena bisa merusak komponen lain pada transmisi.
Saat akan parkir, ada cara tepat memindahkan tuas transmisi yang harus betul-betul diperhatikan saat akan memarkirkan mobil. Kenapa ? Agar transmisi mobil matik tidak mudah rusak. Caranya ? Perhatikan setiap sisi ketika akan parkir, perhatikan pula tuas transmisi sekaligus rem tangan.
Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi resiko kerusakan pada transmisi matik sekaligus menghindari resiko mobil bergerak sendiri saat ditinggalkan, terutama ketika parkir di area miring. Untuk pengendara mobil transmisi matik, ada urut-urutan saat memarkir mobil, termasuk pengoperasian tuas transmisi dan rem tangan. Apa saja ?
Tentunya pastikan mobil sudah berhenti sempurna. Ingat, jangan pindahkan tuas transmisi ke P sebelum menarik rem tangan secara penuh. Setelah rem tangan sudah ditarik penuh, maka pindahkanlah tuas transmisi ke P. Apabila tuas transmisi dipindahkan ke P sebelum rem tangan ditarik, maka parking pawl akan nyangkut dan membuat perpindahan tuas dari P ke R menjadi keras, serta sangat terasa ketika akan pindahkan tuas.
Meskipun posisi transmisi ada di P, namun kemungkinan mobil masih maju atau mundur ada. Saat posisi maju atau mundur lalu mentok, disitulah parking pawl dalam keadaan tegang, sehingga saat akan berpindah posisi dari parkir, perpindahan tuas transmisi dari P ke R menjadi berat atau nyangkut.
Apalagi ketika parkir di area miring, parking pawl menjadi tegang karena beban kendaraan, sekaligus membuat komponen transmisi rusak karena ada unsur pemaksaan saat pemindahan tuas. Maka dari itu, tariklah rem tangan lebih dulu sebelum memindahkan tuas transmisi ke P, dengan begitu diharapkan parking pawl tidak menegang karena mobil belum berhenti dengan sempurna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel