Delapan perwakilan startup sosial di Indonesia baru saja mengikuti program pembinaan bergengsi di Seattle, Amerika Serikat bernama Jolkona Catalyst. Mereka yang terpilih adalah Marsya Anggia (Direktur Indorelawan), Taufik Hidayat (Vice CEO Pasar Tradisional Genteng), Radyum Ikono (COO Nano Center Indonesia), Timotius Wong (Founder Synergy Entrepreneur Academy), Felecia (Co-founder Marici), Ronaldiaz Hartantyo (Founder Camp on Farm), Hayyu Sakya (Co-founder Adhmora Energy) dan Neng Niawati (Co-founder Limbahagia)
Mereka terpilih bersama 7 sociopreneurs atau pengusaha sosial dari Bangladesh setelah melewati proses seleksi lebih dari 160 pendaftar.
Jolkona Catalyst adalah sebuah program akselerator intensif dari Jolkona Foundation yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan jejaring para pengusaha sosial dalam mengembangkan bisnis mereka. Selama 3 minggu, para peserta dibekali dengan workshop dan mentoring dari top management venture capital, CEO start-up serta top management perusahaan-perusahaan raksasa seperti Microsoft, Expedia, Amazon serta para akademisi dari University of Washington.
Peserta asal Indonesia banyak mendapat pujian karena konsep bisnis yang sangat menarik dan telah teruji memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Misalnya, pasar tradisional genteng yang telah terbukti berhasil memotong rantai tengkulak dan mensejahterakan lebih dari 350 petani miskin di desa genteng, Garut.
Dalam bidang terkait, Camp on Farm yang memiliki konsep ekowisata di sawah dan perkebunan di Indonesia. Atau misalnya, Indorelawan yang ingin mengkampanyekan budaya relawan bagi sebanyak mungkin masyarakat Indonesia.
Atau Nano Center Indonesia yang telah berhasil menciptakan teknologi tepat guna berbasis nanoteknologi, seperti penyediaan air bersih dengan nano membran, pengawetan ikan dengan nano bubble.
Limbahagia, juga memiliki konsep yang sangat unik, di mana masyarakat dapat 'menjual' sampah mereka dengan bantuan mobile application yang saat ini sudah dapat diunduh di Google Play Store.
Sementara, Synergy Entrepreneur Academy merupakan kegiatan workshop bisnis yang membantu peserta untuk dapat memulai bisnis dalam 5 hari.
Dalam wawancara terpisah, Hayyu Sakya, CEO Adhmora Energy yang bergerak di bidang konservasi energi menuturkan, "Kami beruntung dapat mengikuti kegiatan ini. Semoga kami dapat menerapkan segala ilmu yang kami dapatkan untuk membantu masyarakat Indonesia."
Felecia, co-founder Marici yang memberdayakan wanita Surabaya ini menambahkan, "Pemerintah AS sangat peduli terhadap bisnis kecil dan menengah. Surprisingly, di sini memulai bisnis hanya butuh 10 dolar (sekitar 130 ribu rupiah) dan hanya membutuhkan 1 hari. Kita berharap agar pemerintah semakin memberi perhatian bagi pelaku-pelaku bisnis kecil dan menengah seperti anak-anak muda berbakat ini. Semoga bisnis sosial di Indonesia dapat semakin tumbuh dan berkembang."
Jolkona adalah lembaga nonprofit berbasis di Seattle yang membantu social entrepreneur berpotensi tinggi dari negara berkembang untuk sebuah program intensif bersama mentor selama 3 minggu. Para pengusaha sosial ini terbukti efektif membantu menyelesaikan masalah sosial di komunitas mereka.
Berita Terkait
-
Tembus Top 6 Dunia, Startup Binaan Pertamina Bawa Nama Indonesia di Ajang Inovasi Sosial Global
-
Deretan Drama Populer yang Dibintangi Kim Seon Ho, Terbaru Can This Love Be Translated?
-
4 Cara Ampuh Mempercepat Booting Windows, Bisa untuk Laptop Maupun PC
-
Resmi! Kim Seon Ho Teken Kontrak dengan Fantagio
-
Ironi Startup Kesehatan Mental: Karyawan Dipecat Setelah Curhat Lingkungan Kerja Toxic di Reddit
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah, Cocok untuk SD hingga SMA
-
Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas
-
Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia
-
Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?
-
Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
-
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital
-
Jose Mourinho Sewot Rodri Tolak Real Madrid Pilih Gabung ke Barcelona