Suara.com - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung mengecam Kepolisian Sektor Sumur Bandung yang tidak mau dan tidak mampu menjamin keamanan pertunjukan teater monolog Tan Malaka ‘Saya Rusa Berbulu Merah’ di Institut Francais Indonesia (IFI) Bandung, Rabu (23/3/2016) malam.
Desakan pembatalan datang dari organisasi massa yang memiliki pemahaman keliru tentang pertunjukan tersebut. Pihak kepolisian sudah mengirimkan utusannya untuk mengikuti proses mediasi antara penyelenggara dengan organisasi massa penentang, namun tak ada hasil positif diperoleh.
Ketua AJI Kota Bandung, Adi Marsiela menyatakan, keberhasilan intimidasi dari sekelompok organisasi massa terhadap panitia dan penyelenggara memperlihatkan kekalahan negara atas tindakan kekerasan.
"Kalau negara sudah tidak bisa melindungi warga negaranya, mau ke mana lagi warga negara berharap?" ujar Adi di Bandung, Kamis (24/3/2016) pagi.
Pemerintah tidak belajar dari peristiwa pembatalan penayangan film berjudul Pulau Buru Tanah Air Beta di Goethe Institut, Jakarta, tanggal 16 Maret 2016 lalu. Tidak sampai sepekan, peristiwa serupa kembali terjadi.
"Polisi yang hadir di IFI Bandung juga tidak tampak. Masyarakat mana tahu polisi dalam pakaian preman, padahal mereka sudah hadir di lokasi sejak berlangsung diskusi pada siang hari. Seharusnya kericuhan pada malam pertama itu bisa dicegah lebih awal," ujar Adi.
AJI Kota Bandung menilai Kepolisian Sektor Sumur Bandung tidak profesional menjalankan tugasnya. Pasal 1 dan 13 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian dengan jelas menyatakan Kepolisian bertugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
Tindakan polisi yang berpihak kepada kelompok intoleran itu mengancam kebebasan berekspresi dan hak berpendapat warga negara yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. Bila sikap Kepolisian diteruskan, bukan tidak mungkin kelompok-kelompok intoleran makin kuat dan mengancam nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
Kejadian ini juga memperlihatkan masih lemahnya penjaminan toleransi dan penghormatan terhadap kebebasan berekspresi di Kota Bandung. Pemerintah Kota Bandung dituntut bekerja lebih serius dalam isu ini.
"Bandung Juara, Bandung Kota HAM, Bandung Kota Kreatif, jangan hanya jadi slogan," kata Adi.
Sebelumnya, IFI Bandung bersama kelompok Mainteater membatalkan pertunjukan teater monolog Tan Malaka ‘Saya Rusa Berbulu Merah’ di IFI, Bandung, Rabu (23/3/2016). Pembatalan itu berkaitan dengan tekanan dan ancaman dari organisasi massa Front Pembela Islam, Laskar Fisabilillah, dan kelompok lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Dear Pak Prabowo: 22,93 Juta Warga RI Masih Hidup Miskin
-
Samsung Galaxy A27 5G vs Galaxy A25 5G, Apa Saja Bedanya? Ini 4 Alasan Layak Upgrade
-
Pendaftaran Upacara 17 Agustus 2026 di Istana Dibuka Sampai Kapan? Ini Batas Waktunya
-
Pemutihan Pajak Kendaraan 2026 Sampai Kapan? Simak Jadwal Lengkap Tiap Provinsi
-
Putusan MK Buka Peluang Grasi hingga Amnesti Bagi Terdakwa Berbasis Audit BPKP
-
Kementerian P2MI Kenalkan Asta Mandala SMK Go Global, Bidik 500 Ribu Pekerja Migran Terampil
-
Kenapa Gen Z Rela Boros buat Kopi Tapi Menyerah Duluan soal Rumah?
-
Simulasi Cicilan KUR BRI Terbaru Agustus 2026
-
Kata-kata Polisi Malaysia soal Warganya Naik Batik Air Selundupkan Sabu dari KL ke Surabaya
-
Pengangguran Memang Turun, Tapi Cuma 24 Ribu Orang! Masih Ada 7,22 Juta Warga Indonesia Menganggur