Suara.com - PT Super Tani, produsen pupuk asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan akan membagikan 50.000 pupuk secara cuma-cuma kepada petani lokal. Aksi ini dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia yang jatuh pada 16 Oktober mendatang.
"Kalau dihargai nilainya mencapai Rp12 miliar. Sudah rahasia umum suplai pupuk di tanah Air itu langka. Mungkin karena regulasi atau faktor bisnis," kata Andi Undru, pengelola PT Super Tani di Jakarta baru-baru ini.
Aksi sosial ini, kata Andi, sengaja dilakukan untuk mempelopori ketahanan pangan dan mengembalikan Indonesia sebagai negara swasembada pangan tanpa bergantung impor bahan pokok dari negara asing.
"Harus kita pahami, yang kerap memicu timbulnya kegaduhan berangkat dari perut kosong atau kesenjangan ekonomi. Ini menyebabkan masyarakat mudah marah," lanjutnya.
Dilanjutkan pensiunan TNI Angkatan Darat berpangkat Kapten tersebut, pemberian pupuk gratis dilakukan sebagai upaya menyiapkan masyarakat menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Dengan begitu, dia berharap produk pupuknya bisa diakomodir oleh pemerintah dan dijadikan program proyek nasional.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan