Suara.com - Komisi Pertanian DPR meminta Kementerian Pertanian untuk turun tangan mengatasi kelangkaan pupuk di sejumlah daerah. Wakil Ketua Komisi Pertanian DPR Herman Khaeron mengatakan, penyaluran pupuk bersubsidi merupakan tanggung jawab Kementerian Pertanian meski prosedur penyaluran dilakukan oleh BUMN pupuk.
Menurut dia, kelangkaan pupuk yang terjadi tahun ini karena jumlah pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah hanya 7,6 juta ton. Sedangkan, kebutuhan untuk pupuk subsidi mencapai 9,2 juta ton.
“Seharusnya, kalau petani membutuhkan pupuk subsidi untuk masa tanam, bisa digunakan stok pupuk pada bulan berikutnya. Jadi kalau perlunya Juni, maka bisa pakai stok pupuk untuk Juli atau Agustus. Kan sebenarnya hal itu bisa dilakukan. Jadi, dalam hal ini, Menteri Pertanian harus bersikap tegas sehingga masalah kelangkaan pupuk ini bisa selesai. Kami akan memanggil Menteri Pertanian Suswono antara 12-15 Mei nanti setelah dimulai masa sidang DPR,” ungkap Herman melalui sambungan telepon kepada suara.com, Kamis (1/5/2014).
Herman menambahkan, anggaran untuk pupuk bersubsidi di APBN sebenarnya sudah dinaikkan. Namun, ada kenaikan biaya produksi pupuk sehingga yang bisa diproduksi hanya sekitar 7,6 juta ton.
Sebelumnya, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia mengungkapkan, petani di sejumlah daerah mulai kesulitan untuk mendapatkan pupuk. Padahal, petani sudah mulai memasuki musim tanam. Wakil Ketua Umum HKTI Rachmat Pambudi mengatakan, kelangkaan pupuk kerap terjadi setiap menjelang musim tanam. Namun, kelangkaan pupuk yang terjadi tahun ini lebih masif dibandingkan tahun lalu.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pemerintah Diminta Perhatikan Dampak Ekonomi dalam Pembuatan Aturan soal Industri Rokok
-
Merdeka Gold Resources Ukir Sejarah, Saham EMAS Resmi Melantai di Bursa Hong Kong
-
IHSG Ambles 4,55% Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Susut Rp486 Triliun
-
60% Anak Muda Terkendala Modal Usaha
-
Produk Tembakau Alternatif Ramai Digunakan, Edukasi Jadi Sorotan
-
Konsep Baru Transmigrasi, Mentrans Dorong Apartemen dan Rumah Susun untuk Pendatang
-
Pengendalian Industri Tembakau Picu Menjamurnya Rokok Ilegal
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal