Suara.com - Yayasan Bina Tani Sejahtera (YBTS) bersama dengan produsen benih sayuran tropis PT East West Seed Indonesia (Ewindo), beberapa waktu lalu menggelar expo dan kegiatan pembinaan petani bertema “Mari Menanam Sayuran untuk Meningkatkan Pendapatan dan Gizi Keluarga” yang bertempat di Kampung Air Mandidi, Distrik (Kecamatan) Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Barat, dan dihadiri oleh 116 orang petani yang berasal dari sejumlah Kampung di wilayah Distrik Teluk Kimi, Makimi, Nabire Barat dan Kota Nabire.
Ikut hadir dalam kegiatan expo tersebut Izak Kbarek sebagai perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Yustinus Singgamui S.Si dari Dinas Pertanian, Anike Wofu S.Sos selaku Kepala Distrik Teluk Kimi, Ham Rejeuw selaku Kepala Kampung Air Mandidi, Andreas Wakum dari PRISMA, Flip Van Koesveld dan Johann Bonnand dari Wageningen University, dan Ketua YBTS Edwin Saragih.
“Expo ini bertujuan untuk mengenalkan teknologi budidaya dan varietas-varietas hortikultura khususnya sayuran unggul kepada para petani yang hadir, sehingga bisa menjadi ajang edukasi pada petani agar lebih tangguh dan adaptif terhadap kondisi iklim yang pada ujungnya mampu meningkatkan kesejahteraan mereka” ujar Daniel Mandiwa Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan Kabupaten Nabire.
Pada expo yang digelar di area seluas 1.000 meter persegi ini, ditampilkan sekitar 9 varietas sayuran unggul berkualitas.
Varietas sayuran unggul tersebut antara lain jagung manis bertongkol BONANZA F1, cabai tahan keriting LABA F1, Tomat Tahan Virus SERVO F1 dan TYMOTI F1, kangkung darat BANGKOK LP1, Cabai Rawit DEWATA 43 F1, bunga kol PM 126 F1, kubis dataran rendah SEHATI F1, dan paria RADEN F1.
Menurut Yohana Waipon Ketua Kelompok Wanita Tani Kampung Air Mandidi, kelompok ini telah mendapatkan uang sekitar Rp 3,2 juta dari hasil menanam Kubis SEHATI F1 sebanyak 200 populasi.
Selain mengenalkan varietas-varietas unggul, pada expo ini pihak YBTS bersama Ewindo juga memberikan sejumlah pengetahuan tentang cara bertanam yang baik kepada petani diantaranya melalui sekolah lapang dan demo-plot.
Selain itu juga dilakukan upaya peningkatan akses petani terhadap data/informasi iklim, peningkatan pendapatan petani termasuk pendampingan pengolahan dan pengemasan produk pertanian serta membuka akses pasar melalui pengenalan aplikasi SIPINDO.
“Dengan pendampingan teknis dan edukasi yang baik, kami optimistis petani akan mampu menjadi lebih baik serta meningkat kesejahteraannya,” ujar Ketua YBTS Edwin Saragih.
Sejak Oktober 2016, YBTS dan Ewindo telah membina dan mendampingi sebanyak 5.051 petani di Papua. Sinergi ini terus menunjukan komitmennya dalam membantu mewujudkan kemajuan sektor hortikultura nasional melalui penyediaan benih unggul berkualitas, aplikasi inovasi dan teknologi serta pembinaan petani.
Semua itu, diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mendukung pencapaian program pemerintah dalam hal kedaulatan pangan.
Selain didukung lahan yang masih luas, Propinsi Papua juga memiliki potensi yang besar untuk pengembangan komoditas sayuran seperti bawang merah dan kol sehingga kebutuhannya dapat dipenuhi sendiri, tidak lagi dipasok dari daerah lain.
“Melalui program alih teknologi dan penggunaan benih unggul berkualitas, kami optimistis program ini dapat berkontribusi bagi ketahanan pangan di wilayah Papua. Lebih dari itu ketika kesejahteraan petani sayuran meningkat perekonomian di pedesaan juga akan ikut tumbuh,” tutup Edwin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Satu Kalimat Bisa Bikin Pasar Goyang, Alasan Presiden Prabowo Perlu Pidato Pakai Teks
-
Candu Solusi Instan: Pemberdayaan UMKM atau Kegagalan Cipta Lapangan Kerja?
-
Kesan Singkat Berkendara Isuzu Traga AC yang Kini Dilengkapi Fitur Isuzu Link
-
Di Mana Beli Bendera Merah Putih Ukuran Besar? Ini Rekomendasi Tempat dan Kisaran Harganya
-
4 Shio Beruntung Hari Ini 6 Agustus 2026, Terhindar dari Kesepian dan Kesulitan
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya