Suara.com - Grab sebagai salah satu platform ojek online (Ojol) senantiasa berusaha meningkatkan keselamatan dan kenyamanan para penumpang maupun mitra pengemudi melalui berbagai program dan pelatihan.
"Kami juga berusaha untuk terus mendengarkan aspirasi dan masukan dari mereka, serta secara aktif mencari tahu apa yang dapat kami tingkatkan untuk memberikan kualitas pelayanan terbaik dalam meningkatkan pengalaman berkendara mereka bersama Grab," tutur Managing Director Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata melalui keterangan resminya.
Sebagai tindak lanjut dari fitur ‘Anti Tuyul’ yang telah diluncurkan pada awal Agustus 2018 serta kampanye ‘Grab Lawan Opik!’ yang telah dilaksanakan sejak awal tahun ini, berbagai macam fitur canggih terbaru telah diluncurkan berdasarkan masukan dari mitra pengemudi.
Beberapa fitur canggih tersebut diantaranya adalah fitur Anti Tuyul dan fitur ‘Selfie Authentication’. Fitur ini diharapkan dapat turut memberantas pihak-pihak yang diduga melakukan peminjaman atau melakukan jual beli akun mitra pengemudi secara ilegal. Bahkan, mencegah adanya penggunaan akun-akun tersebut secara tidak bertanggung jawab.
Selain berbagai fitur canggih tersebut Grab mengklaim sebagai satu-satunya platform pemesanan kendaraan yang menerapkan prinsip KYC (know your customer). Artinya, pendaftaran mitra pengemudi GrabCar demi meningkatkan aspek keselamatan penumpang, dilakukan secara ketat.
"Kami juga berkomunikasi secara reguler dengan komunitas mitra pengemudi, melalui berbagai pertemuan dan media sosial untuk memastikan aspirasi mereka kami dengar dan kebijakan perusahaan dimengerti dengan baik oleh seluruh mitra pengemudi," ujarnya.
Terkait unjuk rasa yang terjadi beberapa hari yang lalu, Grab mengklaim bahwa aksi tersebut dilakukan oleh sekelompok kecil mitra pengemudi yang tidak mewakili keseluruhan komunitas mitra pengemudi Grab.
"Dari yang melakukan aksi ini, banyak terindikasi sebelumnya melakukan kecurangan yang merugikan penumpang dan mitra pengemudi lainnya," tegas Ridzki.
Namun, pihak Grab menyadari kebebasan mengemukakan pendapat di muka umum dijamin oleh UUD 1945 dan perundangan lain terkait. Tapi, Ridzki berharap, setiap masukan dari para mitra disampaikan lebih baik dengan cara tertulis serta dilakukan melalui musyawarah mufakat.
"Kami juga ingin menggunakan momentum sosialisasi hari ini untuk mendorong seluruh mitra pengemudi untuk menaati kode etik mitra pengemudi dan peraturan yang berlaku agar tidak terprovokasi," tukasnya.
Baca Juga: Go-Jek Masuk Vietnam, Grab: Kami Sudah 4 Tahun di Sana
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Pasien Depresi di Gresik Dirudapaksa di Gubuk Sawah Berkedok Pengobatan Alternatif
-
Stok Bantuan Gempa NTT Masih 577 Ton, BNPB Siapkan Tambahan Distribusi Udara
-
Pakar UMY Ingatkan Risiko Salah Sasaran Bansos Jika Desil DTSEN Jadi Patokan Mutlak
-
Bukan Menolak Warga Pati, YLBHI Buka Suara soal Tak Izinkan Bermalam di Diponegoro 74
-
Kabut Asap Kepung Kubu Raya, Presiden Pranowo Tinjau Karhutla di Tengah Udara 'Sangat Tidak Sehat'
-
Persija Resmi Rekrut Alexander Jeremejeff, Shin Tae-yong Bisa Senyum Lebar
-
673 Hektare Lahan Way Kambas Hangus, Petugas Padamkan Api Hanya Berbekal Gepyok Kayu
-
Tidak Menyerah dengan Keadaan, Kisah Anak Penjual Bubur Raih Predikat Wisudawan Terbaik
-
Politik Burung Unta Pemerintah: Ilusi Keberhasilan yang Menutup Realita
-
100 Ahli Ortopedi dari 15 Negara Bahas Masa Depan Penanganan Sendi di Yogyakarta