Suara.com - Aksi unjuk rasa gabungan sopir ojek online di depan Gedung Lippo Kuningan, Setia Budi - Jakarta Selatan pada Senin (10/08/2018). Aksi yang menuntut keadilan pihak aplikasi online.
Ratusan demonstran driver online meminta beberapa tuntutan untuk keadilan pengemudi sebagai mitra aplikasi online. Di antara tuntutan itu adalah menagih janji aplikator, menolak keras aplikator menjadi perusahaan transportasi, menolak keras eksploitasi terhadap driver online, dan menolak keras monopoli bisnis transportasi online.
Sejumlah tuntutan yang kerap tak digubris pihak management tidak membuat para driver demonstran lelah untuk menghentikan unjuk rasa ini. Aksi unjuk rasa menggap pihak online hanya sebagai pihak pembuat aplikasi saja sudah berani merajalela. Sebelumnya, pihak perusahaan menganggap driver sebagai mitra. Tetapi tindakan justru tidak sesuai.
"Apalagi kalau mereka menjadi perusahaan transportasi begitu mencekam akan lebih parah lagi," Kata Dedi Heriyanto, juru bicara aksi tersebut.
Demonstran juga menolak kebijakan upah murah. Upah yang di anggap tidak manusiawi. Kenakalan aplikasi berlanjut dengan tidak mematuhi peraturan Kementerian Perhubungan. PMHUB Nomor 32 tahun 2106, PMHUB Nomor 26 tahun 2017, dan PMHUB Nomor 108 tahun 2018 yang mengatur tentang menghentikan perekrutan pengemudi, menentukan tarif, dan menentukan besaran hasil pengemudi.
"Kami menganggap pemerintah dapat menyediakan payung hukum yang jelas. Tetapi kami tidak tahu kenapa pemerintah tidak dapat menyediakan payung hukum yang jelas itu." Ucap Dedi Heriyanto
Para demonstran tiba di depan Gedung Lippo Kuningan pukul 09.40 WIB, yang datang dari gedung KPK lama. Tak hanya kaum lelaki, yang berunjuk rasa juga sopir ojek perempuan.
Aksi unjuk rasa ini akan kembali di gelar, Rabu (12/08/2018), untuk tuntutan yang sama. Aksi yang dimulai secara tertib yang diikut dengan mengeluarkan suara dan iringan lagu yang mendukung dari unjuk rasa teraebut.
Bagian kepolisian mensiagakan 341 peraonil kepolisian, yang didatangkan dari Polda, Polres, dan Polsek. Keamanan telah siaga sejak pukul 08.00 WIB. Polisi bersiaga di depan pintu masuk kantor Grab.
Demo itu memprotes semakin merosotnya taraf hidup dan kesejahteraan para pengemudi taksi daring seluruh Indonesia. Aplikator dinilai sewenang-wenang dalam membuat kebijakan, salah satunya soal penentuan tarif. (Martalena Panjaitan)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat