Suara.com - Resolusi hidup sehat, mulai dari pilih susu murni dan segar.
Sudah waktunya untuk lebih jeli dalam memilih produk susu murni dan segar
untuk diet serta mendapatkan tubuh sehat sebagai resolusi hidup sehat.
Mengonsumsi makanan dan minuman yang lebih sehat adalah resolusi yang sangat baik, namun sering dirasa tidak mudah untuk dijalankan. Jika tidak bisa mengubah pola diet sehat dengan drastis, mungkin Anda bisa mencobanya secara perlahan dan bertahap, dimulai dengan sesuatu yang mudah untuk dilakukan.
Salah satu cara praktis untuk memulai hidup yang lebih sehat adalah dengan mengonsumi susu setiap hari. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa susu mengandung banyak kalsium dan protein. Selain itu, susu juga mengandung vitamin A, vitamin B, vitamin D, vitamin K, natrium, magnesium, dan kalium.
Menurut ilmuwan nutrisi, Dr Matthew Lantz Blaylock, PhD, sebagai konsumen, kita perlu jeli dalam memilih produk yang akan dikonsumsi keluarga, termasuk dalam pemilihan produk susu.
Susu segar yang didapat dengan proses pasteurisasi adalah jenis susu paling baik yang dianjurkan untuk konsumsi sehari-hari karena proses pasteurisasi membuat susu segar aman dikonsumsi dengan mempertahankan kualitas tanpa mengurangi vitamin dan mineral yang membuat susu penting untuk pola makan yang seimbang dan sehat.
“Sebagai konsumen, kita perlu jeli dalam memilih produk yang akan dikonsumsi keluarga, termasuk dalam pemilihan produk susu. Susu segar yang didapat dengan proses pasteurisasi adalah jenis susu paling baik,” ucap Dr Matthew Lantz Blaylock, PhD (ilmuwan nutrisi) dalam rilis yang dikirimkan Greenfields pada Suara.com.
Greenfields, produsen susu segar Indonesia berdedikasi untuk selalu menghasilkan susu dengan kualitas terbaik bagi para konsumen. Susu pasteurisasi Greenfields dihasilkan dengan proses yang terintegrasi dari peternakan sampai pabrik untuk menjaga kualitas susu terbaik dapat dinikmati oleh para penikmat susu segar Greenfields.
Greenfields mengoperasikan peternakan dan pabrik dengan sistem yang terintegrasi sehingga mampu melakukan kontrol berkesinambungan pada kualitas susu; mulai dari jenis sapi perah pilihan berkualitas tinggi, proses pemerahan otomatis tanpa tersentuh tangan manusia, proses pasteurisasi dan proses pengemasan dengan teknologi terkini hingga sampai di tangan konsumen.
Mari jalankan resolusi hidup sehat dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang lebih sehat seperti susu murni dan segar.
Baca Juga: Hujan-hujan Jokowi Temui Ayah Najwa Shihab, Ini yang Dibahas
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?