Suara.com - Keprihatinan pada kondisi anak muda di Indonesia yang kerap mengalami gangguan mental akibat kecanduan media sosial mendorong perusahaan asuransi Sequis untuk menghadirkan fitur baru nan menarik yang belum pernah ada sebelumnya, yaitu perlindungan terhadap ganguan mental sepeti Obsessive Compulsive Disorder (OCD), Skizofrenia, dan bipolar.
Jenis proteksi ini merupakan inovasi dari produk MiProtection yang merupakan unit bisnis dari MiPower. MiPower sendiri merupakan unit terbaru yang dibentuk pada tahun 2019 oleh PT Asuransi Jiwa SequisLife yang secara khusus didesain sesuai dengan kebutuhan millenial.
Millenial Rentan Terhadap Gangguan Mental Akibat Media Sosial
Media sosial seperti instagram memiliki fungsi sebagai media komunikasi, mengakses informasi terbaru, dan juga sarana untuk meng-update informasi. Namun demikian, jika kurang bijak dalam menggunakannya, maka sarana interaksi online ini malah justru dapat menyebabkan kecanduan.
Hasil studi yang dilakukan oleh Royal Society for Public Health and the Young Health Movement pada tahun 2017 di Inggris menunjukkan, bahwa Instagram dapat merugikan kesehatan mental, khususnya untuk usia 14-24 tahun.
Berbagai masalah yang ditimbulkan akibat terlalu intens menggunakan jenis media sosial ini sangatlah bervariasi. Pengguna dapat terkena gangguan fisik seperti mata lelah dan insomnia, masalah sosial dan ekonomi berupa kecemburuan dan rasa iri melihat orang lain yang terlihat lebih bahagia, atau lebih kaya.
Selain itu, masalah lain dapat menyerang mental, yang mana akan menimbulkan rasa takut berlebihan apabila ketinggalan suatu informasi atau dikenal dengan istilah FOMO (Fear of Missing Out), merasa kesepian, kecemasan yang berlebihan, serta depresi. Ditambah lagi, kasus penindasan di dunia maya (cyberbullying) dan ujaran kebencian (hate speach) pun kini kian marak ditemukan di media sosial.
Kecanduan terhadap media sosial sebenarnya dapat dihilangkan dengan melakukan detoks, atau berhenti mengaksesnya secara bertahap. Memperbanyak waktu untuk berkomunikasi secara langsung dengan orang-orang di sekitar juga dapat membantu upaya untuk berpuasa media sosial.
Namun apabila metode ini tidak berhasil akibat tingkat kecanduan yang sudah terlalu tinggi dan mengakibatkan masalah mental yang mengganggu aktivitas dalam kehidupan sehari-hari, maka langkah akhir yang harus ditempuh tentu saja dengan melakukan konsultasi kesehatan mental dengan psikolog.
Baca Juga: Miris, Pemerintah Baru Akan Bentuk Lembaga Penjamin Polis Asuransi
Sayangnya, kesadaran masyarakat untuk mengobati gejala gangguan mental masih rendah.
Ditambah lagi biaya konsultasi ke psikolog yang terbilang cukup mahal, mulai dari 250 – 750 ribu untuk durasi pertemuan satu jam. Tentu saja tingginya biaya konsultasi ini dapat menyebabkan banyak anak muda enggan untuk segera mengatasi gangguan mental segera.
Apa Itu MiProtection?
Branding and Communication Stategist MiPOWER by Sequis Ivan Christian Winatha mengatakan MiProtection merupakan produk asuransi kesehatan untuk milenial yang memiliki fitur menarik yang belum pernah ada di pasaran, yaitu perlindungan atas gangguan mental seperti Obsessive Compulsive Disorder (OCD), Bipolar, dan Skizofrenia.
“Kami ingin mengedukasi milenial untuk berasuransi melalui MiProtection sehubungan dengan risiko gangguan mental yang dapat terjadi pada milenial di era media sosial. Tentu kita perlu mencegah terjadinya gangguan mental agar berkesempatan mencapai hari esok kita yang lebih baik. Namun, jika sudah terdiagnosa mengalami gangguan kejiwaan maka sebaiknya segera dicarikan solusinya. Tetapi mengingat penghasilan milenial belum tentu cukup untuk menyiapkan dana tambahan guna konsultasi ke psikolog maka dengan memiliki MiProtection akan sangat membantu proses penyembuhan sekaligus menjaga kondisi keuangan milenial,” jelas Ivan.
Dengan produk MiPower by Sequis, milenial dapat memperoleh Perlindungan lengkap 6-in-1 yang mencakup perlindungan kesehatan (M! Physical Recharge), mental (M! Mental Recharge), kecelakaan (M! Sudden-Down Benefit), disabilitas (M! Critical-Down Benefit), penyakit kritis (M! Lifestyle-Impact Benefit), dan jiwa (M! Departure).
Proteksi komprehensif tersebut dapat diperoleh para milenial dengan premi yang cukup terjangkau.
Berita Terkait
-
SBY Bicara Penuntasan Kasus Jiwasraya, Mahfud MD: Dorongan Kami Lebih Kuat
-
Wana Artha Life Ambil Bagian dalam World Economic Forum Annual Meeting 2020
-
Koperasi Milik Bentjok Kibuli Para Anggota Dengan Iming-iming Bunga Besar
-
Tanpa Demokrat, Panja Jiwasraya Tetap Jalan
-
Jiwasraya dan Strategi Pemerintah Kelola BUMN
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
Terkini
-
Rayakan HUT ke-81 RI, Suasana Pasar Ngijon Mendadak Meriah dan Penuh Warna
-
Paman dan Keponakan Kompak Bawa 35 Kg Sabu di Tanjung Balai
-
Review Rembulan Tenggelam di Wajahmu Extended: Saat Jeda Waktu Memberi Ruang bagi Makna
-
Anjing Pitbull Lepas Serang Bocah 9 Tahun di Bandung, Korban Luka Parah di Kepala dan Telinga
-
AMPB Pastikan Masyarakat Pati yang Bertemu DPR Hari Ini Bukan Pihaknya
-
Prabowo Ingin Penerjun Bebas Atasi Karhutla Riau: Pertama Kali dalam Sejarah
-
Geliat Musik Keras di Magnumotion Loud Fest, dari Hijaber hingga Aksi Cadas Seringai
-
Kadet Mundur Diduga karena Hijab, DPR: Aturan Unhan Tidak Melarang!
-
Tolak Perfect Woman Syndrome: Saatnya Perempuan Hidup Realistis dan Merdeka
-
Update Gempa NTT: Korban Meninggal Tembus 100 Orang, Luka Berat Tak Tertolong