Suara.com - Kesehatan dan kesejahteraan karyawan serta kesehatan mental, menjadi prioritas PT Johnson & Johnson Indonesia (Johnson & Johnson Indonesia), terutama selama masa pandemi dan kenormalan baru.
Situasi pandemi COVID-19 saat ini telah berdampak besar pada pola hidup yang mengharuskan kita untuk lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatan dan beradaptasi dengan dinamika baru yang ada. Sayangnya, belum banyak masyarakat yang sepenuhnya memahami upaya protokol kesehatan untuk dapat menjaga diri dan keluarga mereka dari risiko terpapar virus.
Demikian halnya pada dunia usaha, yang mana belum semua perusahaan mampu menerapkan protokol kesehatan secara maksimal dalam upaya menjaga keselamatan dan kesehatan para karyawannya dengan optimal. Sebagai bagian dari perusahaan pemimpin global dalam bidang Kesehatan, PT Johnson & Johnson Indonesia menyadari betul bahwa karyawan merupakan pemangku kepentingan dan aset perusahaan yang penting untuk dijaga dan dilindungi.
Perusahaan berkomitmen untuk tetap berada di garis depan dalam upaya menjaga kesehatan setiap aspek masyarakat, termasuk kesehatan dan keselamatan para karyawan.
Indriyati Sumarsono, Head of HR & Business Development / Strategy PT Johnson & Johnson Indonesia mengungkapkan, “Kesehatan dan kesejahteraan karyawan serta kesehatan mental, menjadi prioritas kami, terutama selama pandemi ini.
Dalam menghadapi situasi pandemi, kami terus berfokus pada adaptasi lingkungan kerja, menerapkan kebijakan yang bermanfaat dan mendukung karyawan kami dalam menyeimbangkan tanggung jawab pribadi dan profesional, serta memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan emosional, mental, dan fisik mereka, sehingga mereka bisa menjadi yang terbaik.”
Untuk mendukung kesehatan mental dan kesejahteraan karyawan dalam adaptasi era kenormalan baru, perusahaan menyelenggarakan program secara global, ‘Employee Assistance Program’ (EAP), yang memberikan akses bagi karyawan untuk berkonsultasi dengan konselor bersertifikasi mengenai sejumlah masalah personal maupun terkait kesehatan mental, termasuk stres akibat pandemi.
Konselor tersebut tersedia setiap saat melalui saluran telepon atau tautan (link) khusus yang disediakan oleh perusahaan dan dapat membantu memberikan konsultasi untuk mendukung kesehatan mental mereka selama masa sulit ini. Dalam upaya mendorong karyawan untuk mempertimbangkan pengobatan virtual sebagai upaya pertahanan
pertama, perusahaan menawarkan saran telemedis gratis untuk gejala terkait COVID-19.
Hal yang serupa berlaku hampir di seluruh perusahaan Johnson & Johnson di dunia.
Baca Juga: Bisa Sebabkan Alergi, Adakah Kandungan Penisilin Dalam Vaksin Pfizer?
Selain itu, perusahaan menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (Work from Home) guna mendukung pemerintah untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19. Selain itu, untuk mendukung karyawan dalam bekerja dari rumah, Johnson & Johnson Indonesia juga menginisiasi kebijakan Remote Working Expense, dimana perusahaan memfasilitasi karyawan dengan berbagai perlengkapan yang dapat mendukung pengaturan ruang kerja yang ergonomis di tempat tinggal mereka masing-masing. Selain itu, perusahaan juga
menginisiasi Global Exercise Reimbursement yang mengajak karyawan untuk tetap aktif dan mendukung aktivitas olahraga di rumah.
“Walaupun bekerja dari rumah, kami ingin agar para karyawan tetap sehat, baik fisik dan mental mereka. Untuk itu, kami menyediakan berbagai inisiatif tersebut, termasuk salah satunya adalah pelatihan Energy for Performance®. Pelatihan ini bertujuan untuk mensosialisasikan perilaku hidup sehat yang membantu mereka menjadi lebih produktif dan efektif, sekaligus menjaga kesehatan fisik dan mental mereka. Semua karyawan memiliki akses ke pelatihan gratis ini. Hingga saat ini, lebih dari 92.000 karyawan di seluruh dunia telah menyelesaikan program tersebut,” jelas Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia.
Sejak awal krisis, grup global Johnson & Johnson telah memenuhi kebutuhan vital masyarakat di seluruh dunia, termasuk menjaga lebih dari 130.000 karyawannya agar tetap aman, sehat, dan produktif. Grup global juga menyediakan 600.000 buah masker bedah dan 200-unit termometer untuk distribusi darurat di kawasan Asia Pasifik.
Sementara di Indonesia sendiri, Johnson & Johnson menginisiasi beberapa program dasar yang dirancang untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan holistik karyawan. Perusahaan menyediakan alat pelindung diri (APD) berupa masker medis, hand sanitizer, serta vitamin bagi para karyawan lintas sektor, memberikan subsidi kepada pihak ketiga untuk pengadaan masker dan hand sanitizer, serta melakukan proses disinfektan di tempat kerja, ruang rapat, ruang isolasi secara rutin.
Sejalan dengan komitmen untuk memprioritaskan kesehatan dan kesejahteraan karyawan, Devy Yheanne menjelaskan, “Kami terus meninjau kembali kebijakan kami agar sesuai dengan panduan kesehatan dari pemerintah, sekaligus tetap mendukung kesejahteraan seluruh karyawan, penyedia layanan, komunitas, serta orang-orang yang kami layani di seluruh dunia.”
Selama periode waktu ini, kegiatan daring juga penting bagi karyawan untuk tetap terlibat dan aktif untuk pengembangan bisnis perusahaan. Johnson & Johnson Indonesia memfasilitasi karyawannya dengan sumber daya pengembangan daring, pusat sumber daya navigator kepemimpinan, dan pembelajaran LinkedIn yang dapat diakses oleh semua karyawan Johnson & Johnson di seluruh dunia.
“Sebagai perusahaan yang fokus pada perawatan kesehatan masyarakat terbesar di dunia, kami ingin mengedepankan integrasi antara kehidupan karyawan kami baik di rumah dan pekerjaan, karena hal tersebut sangatlah penting bagi kami dan masa depan perusahaan kami. Dengan adanya beberapa program serta inisiatif ini sebagai tanggung jawab perusahaan, kami berharap para karyawan tetap merasa aman dan sejahtera,” ujar Devy Yheanne, Country Leader of Communications & Public Affairs, PT Johnson & Johnson Indonesia.
Di samping itu, sejalan dengan Our Credo dimana perusahaan juga berkomitmen terhadap komunitas, PT Johnson & Johnson Indonesia melakukan berbagai kegiatan untuk memberikan kembali kepada komunitas, termasuk kepada para mitra, tenaga kesehatan profesional yang berada di garis depan krisis ini, dan
masyarakat.
Di Indonesia, per November 2020, PT Johnson & Johnson Indonesia turut berpartisipasi dalam mendukung Kementerian Kesehatan dalam upaya mengatasi COVID-19 melalui donasi produk Consumer Health dari Johnson & Johnson yang terdiri dari Band Aid Hand Sanitizer Solution, Aveeno, Listerine, Johnson’s, dan Mylanta yang secara keseluruhan bernilai kurang lebih Rp 200 juta.
Sementara dalam semester pertama tahun 2020 ini, selain dukungan kepada pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, Johnson & Johnson juga bekerja sama dengan sejumlah mitranya di Indonesia seperti UNICEF, Universitas Indonesia, Universitas Trisakti, PKPU Human Initiative, dan Yayasan Bentang Merah Putih untuk menyalurkan donasi kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendukung tenaga kesehatan yang sedang menjadi garda depan. Donasi yang disalurkan terdiri dari berbagai bentuk seperti pendanaan untuk mendukung program para mitra, produk, alat pelindung diri (APD), dan sembako untuk membantu masyarakat serta tenaga kesehatan.
“Johnson & Johnson secara global telah mengambil langkah penting untuk mencapai tujuannya sebagai perusahaan dengan karyawan paling sehat sedunia. Sebagai bagian dari perusahaan perawatan kesehatan terkemuka di dunia, komitmen dan kontribusi PT Johnson & Johnson Indonesia dalam meningkatkan keamanan kesehatan serta kesejahteraan karyawan diharapkan mampu menginspirasi perusahaan lain di Indonesia untuk menciptakan perubahan baik di dalam lingkungan kerja, karena kebutuhan fisik, mental, emosional dan spiritual yang terpenuhi akan menghasilkan kinerja yang terbaik,” tutup Devy.
Berita Terkait
-
Mengenal COVID-19 'Stratus' (XFG) yang Sudah Masuk Indonesia: Gejala dan Penularan
-
Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru
-
Mengenal Virus Corona Varian Nimbus, Penularan Kasus Melonjak di 13 Negara
-
7 Fakta Kenaikan Kasus COVID-19 Dunia, Thailand Kembali Berlakukan Sekolah Daring
-
Pasien COVID-19 di Taiwan Capai 41.000 Orang, Varian Baru Corona Kebal Imunitas?
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
Terkini
-
5 Manfaat Air Mawar untuk Wajah dan Kulit yang Menarik Diketahui
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Kelebihan dan Kekurangan LG webOS Dibanding Google TV, Mana yang Lebih Bagus?
-
Lontong Medan: Kuliner "Ramai" yang Bikin Rindu, Wajib Ada Mi!
-
Gunung Sinabung Siaga, 650 Warga Karo Mengungsi
-
Karhutla Kembali Muncul di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Bengkalis
-
Di Tengah Birunya Kepulauan Seribu, Anak-Anak Menemukan Makna Kemerdekaan yang Berbeda
-
Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan, Penegakan Hukum Harus Transparan
-
615 Kebakaran Terjadi di Jateng hingga Agustus, Kelalaian Manusia Jadi Sorotan
-
Tembus 58.271 KL per Hari, Konsumsi Solar Subsidi Naik 15,1%