Suara.com - Badan Pengatur Obat dan Kesehatan (MHRA) memiliki dua laporan anafilaksis dan kemungkinan reaksi alergi akibat vaksin Pfizer/BioNTech untuk virus corona Covid-19.
Dua petugas kesehatan yang dilaporkan mengalami anafilaksis setelah menerima vaksin diketahui memiliki riwayat reaksi alergi parah, termasuk di antaranya ribuan orang yang menerima vaksin beberapa waktu lalu.
Peringatan alergi ini dikeluarkan oleh Badan Pengatur Produk Obat dan Kesehatan (MHRA) menyusul laporan anafilaksis di antara dua penerima vaksin Pfizer minggu ini.
"Setiap orang dengan riwayat anafilaksis terhadap vaksin, obat atau makanan tidak boleh menerima vaksin Pfizer BioNTech. Dosis kedua juga tidak boleh diberikan kepada siapa pun yang mengalami anafilaksis setelah pemberian dosis pertama vaksin ini," kata Kepala MHRA, Dr June Raine dikutip dari Express.
Dr June Raine juga mengatakan siapa pun yang menerima vaksin Pfizer harus mendiskusikan riwayat medis dan alerginya dengan profesional kesehatan.
NHS mendefinisikan anafilaksis sebagai reaksi parah dan berpotensi mengancam nyawa terhadap pemicu seperti alergi.
Orang dengan alergi parah terhadap vaksin, obat-obatan dan makanan seperti penisilin disarankan tidak suntik vaksin Pfizer. Tapi, pakar medis menyatankan vaksin Pfizer itu tidak mengandung penisilin.
"Dalam beberapa jam peluncuran vaksin Pfizer/BioNTech baru telah ada peringatan mengenai mereka yang alergi setelah menerima vaksin," kata Dr David Thompson dari Medic Testing.
Dr David Thompson mengatakan alergi penisilin bisa berkisar dari sangat ringan hingga mengancam jiwa. Pedoman sekarang ini adalah orang dengan reaksi alergi signifikan harus menghindarinya.
Baca Juga: Bolehkah Wanita Hamil Mendapatkan Vaksin Covid-19?
Saat ini, MHRA secara khusus telah menyatakan bahwa orang yang memiliki riwayat anafilaksis untuk vaksin, obat atau makanan lebih baik tidak suntik vaksin Pfizer.
"Sejauh ini belum ada komentar terkait alergi ddan pengembangan vaksin Covid-19 lainnya," jelas Dr Thompson.
Adakah penisilin dalam vaksin Pfizer?
Dr Thompson mengatakan penisilin juga bukan bagian dari vaksin Pfizer BioNTech. Namun, vaksin bekerja dengan cara menstimulasi sistem kekebalan.
MHRA telah memperingatkan bahwa mereka yang memiliki reaksi alergi parah, seperti alergi penisilin parah mungkin berisiko mengalami respons alergi terhadap vaksin.
Saba Yussouf, CEO Invisi Smart Technologies, mengatakan vaksin Pfizer ini tidak mengandung penisilin. Tapi, siapa pun yang memiliki riwayat alergi penisilin atau bahan lain yang bisa membuat tubuh syok anafilaksis, sebaiknya tidak suntik vaksin tersebut.
"Vaksin biasanya membutuhkan minimal 5 tahun pengujian untuk menguraikan reaksi potensial dan perubahan DNA pasien," jelas Saba Yussouf.
Beberapa bulan pengujian vaksin tidak cukup untuk mengetahui efek sampingnya dalam tubuh manusia. Vaksin Pfizer/BioNTech adalah bentuk messenger RNA (vaksin mRNA), yang menggunakan kode genetik virus daripada bentuk virus yang tidak aktif atau dimodifikasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global
-
Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental
-
Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!
-
Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
-
Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh
-
Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi
-
Mata Merah dan Buram Tak Boleh Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Kornea
-
Kesehatan Penglihatan Tak Boleh Diabaikan, Ini Pentingnya Koreksi Refraksi yang Tepat