Suara.com - Kebersihan dan keamanan menjadi dua hal yang sangat penting bagi sektor pariwisata, termasuk hotel. Karena dua hal ini bisa mengembalikan tingkat kepercayaan masayarakat untuk berkunjung ke tempat wisata atau hotel.
Mengenai hal ini, Royal Safari Garden patut berbangga karena mendapat sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf).
Sertfikat CHSE (Clean, Healthy, Safety, Environment) ini berdasarkan penilaian audit Kemenparekraf dalam rangka memastikan secara objektif, konsistensi penerapan standar protokol kesehatan di Royal Safari Garden.
Pelaksanaan uji kompetensi dilakukan pada 24 November 2020. Proses penilaian tersebut dilakukan langsung oleh Sucofindo sebagai perwakilan tim audit dari Kemenparekraf, yang didampingi oleh masing-masing Head Office Departement Royal Safari Garden dan Tim Satuan Pengawas (Satgas) Covid-19 hotel.
Berdasarkan penilaian uji kompetensi, Royal Safari Garden telah memenuhi setiap indikator yang ada di dalam poin penilaian CHSE dan mendapatkan rekomendasi kategori "Memuaskan".
Proses penilaian didasarkan pada 81 daftar persyaratan standar sanitasi dan hygiene dari Kemenparekraf. Persyaratan yang perlu dipenuhi untuk sertifikasi ini antara lain penanganan keselamatan dan keamanan, pengelolaan sanitasi pangan, himbauan pencegahan Covid-19, mekanisme pemeriksaan tubuh, dan riwayat perjalanan tamu.
Ini menjadi sertifikat kedua yang diperoleh Royal Safari Garden terkait tingkat kebersihan dan keamanan. Sebelumnya pada Januari 2021, Royal Safari Garden mendapat Secure Certificate atau sertifikat aman Covid-19 dari MTM National Hospitality Certification.
"Ini membuktikan bahwa kami benar-benar serius dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 demi keamanan dan kenyamanan para tamu. Bagi kami, prioritas utama adalah pencegahan penyebaran Covid-19 terutama di lingkungan Royal Safari Garden," jelas Lies Yuwati, General Manager Royal Safari Garden dalam rilis yang diterima Suara.com.
Meski telah meraih dua sertifkasi, segenap staff dan karyawan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat. Apalagi, kasus Covid-19 di Tanah Air masih sangat tinggi.
Baca Juga: Temui Pimpinan KPK, Ini yang Dibahas Sandiaga Uno
Berita Terkait
-
Indonesia Serius Garap Pariwisata Hijau, Kunci di Kualitas SDM
-
Wonderful Indonesia 2025: Branding Global, Investasi Lokal, dan Wisata Berkelanjutan
-
Canva Gandeng Kemenparekraf : Gebrakan Baru Dongkrak Ekonomi Kreatif Indonesia!
-
Soal Anggaran Kementerian, Sandiaga Uno Blak-blakan ke Pandji Pragiwaksono
-
Kemenparekraf, Tiktok Shop dan Tokped Resmi Luncurkan Creators Lab x Gen Matic
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard