Suara.com - PT Epson Indonesia melakukan penanaman pohon mangrove di Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara, baru-baru ini, sebagai salah satu bentuk kegiatan Corpoorate Social Responsibility (CSR).
Pabrikan printer asal Jepang ini melakukan penanaman lebih dari 210 batang mangrove ditanam di kawasan tersebut.
M Husni Nurdin, Director Finance & Corporate Service PT Epson Indonesia, mengatakan, kegiatan penanaman mangrove di TWA Angke Kapuk salah satu rangkaian CSR Epson di tahun fiskal year 2021.
“Ini merupakan bentuk komitmen kita terhadap kelestarian lingkungan, dengan pelestarian mangrove di TWA Angke Kapuk, Jakarta Utara. Epson Indonesia di fyi 2020 melakukan penanaman mangrove sebanyak 210 bibit, tahun sebelumnya kita menanam 200 bibit mangrove,” ujarnya.
Lebih lanjut, kata Husni, hutan mangrove penting bagi Jakarta dan daerah lain. Pasalnya, laut Jakarta paling polusi, akibat perencanaan pembangunan yang tidak baik sehigga bagian-bagian pantai mengalami abrasi.
“Ekologi lingkungan semakin tidak ideal, kami berpikir Jakarta sangat penting, sehingga daerah pantai harus kembali hijau, mengembalikan ekologi satwa dan seterusnya” kata Husni.
Di kesempatan yang sama, Gatot marulitua Direktur Taman Wisata alam Angke Kapuk, menyambut baik aksi ini demi mencegah abrasi.
“Ini sudah penanaman yang kedua kalinya buat Epson di TWA Angke Kapuk, pada tahun sebelumnya Epson juga berperan aktif memberikan kontribusi demi menjaga kelestarian hidup” katanya.
Gatot menjelaskan, untuk program sedekah oksigen untuk Jakarta akan dipercepat. Tadinya hanya 2 hektar per tahun, jadi ditargetkan 10 hektar per tahun.
Baca Juga: Marak Pengguna Knalpot Racing Kena Tilang, Yamaha Beri Tanggapan
"Jadi dalam 7 tahun kita tanamkan 70 hektar dan diharapkan kalau kita hitung, hampir 1,8 ton per tahun per hektar, jadi jika kita punya 70 hektar masalah polusi sebagian akan bisa selesai," terangnya.
Sebelumnya, Epson Indonesia juga memberikan bantuan kepada pelestarian penyu di Bengkulu, penanaman mangrove di Pontianak, memberikan donasi bagi yang berdampak banjir di Kalimantan dan gempa di Sulawesi.
Berita Terkait
-
Penggiat Lingkungan Hidup Ingin Tumbuhkan Kesadaran Pentingnya Udara Bersih
-
Waspada, Berikut 8 Risiko Kesehatan Akibat Polusi Kimiawi
-
Harap Dicatat: Polusi Suara Bisa Sebabkan Gangguan Kesehatan
-
Menko Marves Targetkan Rehabilitasi Mangrove Seluas 620.000 Hektar
-
Rehabilitasi Mangrove di Indonesia, Pantai Tanjung Pasir Jadi yang Pertama
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
Terkini
-
Hukum Mati Koruptor vs Rampas Hartanya: Mana yang Benar-Benar Bikin Jera?
-
Harga Setrika Philips yang Bagus Berapa? Ini 5 Tipe Paling Populer
-
Lahan Pembangunan Jembatan Kembar Barombong Diklaim 4 Pihak
-
Fakta Baru Mozza: Dibunuh Sehari Setelah Hilang, Dibuang di Tol Jangli hingga Tersangka Diciduk
-
Ulasan Dali and Cocky Prince: Relasi Setara di Balik Perbedaan Status
-
Waduk Bili-Bili Mengering, Petani Sulap Lahan Genangan Jadi Sawah
-
Anomali Data Desil Rugikan Warga Miskin, Pemerintah Didesak Bentuk Tim Khusus Benahi Masalah
-
8 Kali Guguran Lava Meluncur 1,7 Km, Suplai Magma Merapi Masih Berlangsung
-
Kuota Belum Habis tapi Masa Aktif Tamat, Begini Opsi dari XLSMART
-
Menang Banyak Bukan Jaminan, Ini Kunci Rebut Gelar Juara Dunia MotoGP 2026!