Press Release / pressrelease
Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Mobil Chery. (Ist)

Suara.com - Industri otomotif nasional mulai kembali menunjukkan perkembangan usai terdampak pandemi virus corona alias Covid-19 pada satu tahun belakangan.

Hal tersebut terlihat dari daya beli masyarakat atas kebutuhan tersier atau kendaraan bermotor yang mulai pulih serta dukungan oleh kebijakan pemerintah yang memberikan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) 0 persen untuk mobil baru diterapkan untuk membantu mengembalikan kondisi ekonomi nasional. Pajak 0 persen itu pun sudah diterapkan sejak 1 Maret 2021 lalu.

Terkait oleh hal tersebut,  terlihat dari suksesnya gelaran pameran IIMS Hybrid 2021 yang berlangsung di bulan April lalu. Terlihat banyaknya merek-merek besar yang menampilkan teknologi canggih serta meluncurkan produk baru mereka. Beragam merek mobil sudah mulai eksis kembali di industri otomotif Indonesia, seperti halnya sebuah merek mobil asal China dengan nama Chery yang dipastikan akan kembali ikut meramaikan industri otomotif Indonesia.

Pada tahun 2000an Chery telah menjual produk-produk unggulan mereka seperti Chery QQ dan juga Chery Tiggo. Tetapi karena peredaran mobilnya kurang laris di pasaran, merek mobil ini memutuskan diri untuk keluar dari pasar otomotif Indonesia beberapa tahun lalu. Kini, pada bulan Mei 2021, merek mobil Chery diketahui akan kembali ke Indonesia dan memperkenalkan produk baru.

Baca Juga: Pekerja Industri Otomotif Grup Astra Vaksinasi Covid-19 Gotong Royong

Didirikan pada tahun 1997, sebagai pemimpin paling awal dari Merek mobil Cina, Chery telah menjadi pelopor dalam mengikuti R & D dan telah membuat pencapaian luar biasa dalam tiga teknologi mesin, transmisi dan sasis yang menjadikannya dikenal sebagai "Teknologi Chery".

Chery Motors telah mendirikan pusat R & D di Cina, Jerman, Timur Tengah, Brasil, dan Amerika Utara. Dan telah memiliki tim internasional yang terdiri lebih dari 5.500 desainer dan insinyur, meliputi desain, R & D dan manufaktur. Untuk pasar Internasional, sejak ekspor pertamanya pada tahun 2001, Chery telah memperluas pasar luar negeri dalam berbagai bentuk, seperti ekspor kendaraan, CKD dan R & D. Hingga kini, Chery telah mendirikan 4 pusat R & D, 10 basis produksi, dan lebih dari 1.500 outlet penjualan dan layanan di luar negeri. Produk Chery telah terjual ke lebih dari 80 negara dan wilayah. Termasuk Eropa, Amerika Tengah dan Selatan, Asia Timur Tengah, Asia-Pasifik dan Afrika. Menjadikan Chery sebagai eksportir nomor satu produsen kendaraan penumpang China selama 18 tahun berturut-turut, penjualan akumulatif 10 juta unit di seluruh dunia.

Indonesia sendiri mendapatkan peran yang sangat penting bagi penjualan Chery di antara semua negara ASEAN. Chery akan membawa Indonesia sebagai pusat strategi, dengan model investasi baru serta berdedikasi untuk membawa teknologi canggih dan produk cerdas kepada pelanggan Indonesia. Dalam dua tahun ke depan, Chery berencana memperkenalkan setidaknya 5 model ke Indonesia termasuk energi tradisional dan energi baru. Memastikan pelanggan Indonesia dapat memiliki lebih banyak pilihan dan mempercepat perkembangan industri otomotif Indonesia.

Komentar