Press Release / pressrelease
Vania Rossa | Dinda Rachmawati
Ilustrasi Fintech Lending. (Shutterstock).

Suara.com - Pada masa serba sulit seperti saat ini, hadirnya platform keuangan berbasis digital yang menawarkan jasa pinjaman online atau fintech lending menjadi salah satu solusi yang populer dipilih masyarakat.

Sayangnya, akses layanan pinjaman online yang begitu mudah, kerap menimbulkan masalah baru, di mana tak sedikit akhirnya yang terjerumus pada pinjaman online alias pinjol ilegal.

Melihat hal tersebut, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang didukung penuh oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja sukses menggelar acara sosialisasi Fintech Lending Days 2021 di Kota Malang, Jawa Timur.

Acara yang merupakan rangkaian dari kegiatan Bulan Fintech Nasional ini, diselenggarakan selama dua hari dan turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak.

Baca Juga: BNI Gandeng GP Ansor untuk Memberdayakan UMKM

Melalui acara ini, AFPI juga memberikan edukasi mengenai alternatif sumber pembiayaan usaha kepada pelaku UMKM dalam rangka mendukung penuh perkembangan industri UMKM yang ada di Kota Malang.

“Kami berterimakasih kepada AFPI dan OJK karena telah memilih Malang sebagai tempat roadshow-nya untuk memperkenalkan fintech lending yang benar, bukan pinjol ilegal yang cara kerjanya dengan diteror dan memberi bunga yang nggak masuk akal, tapi kalo ini kan sebenarnya untuk UMKM untuk keperluan usaha,” ungkap Emil dalam siaran pers yang Suara.com terima belum lama ini.

Hadirnya produk fintech lending di tengah masyarakat diharapkan mampu membawa nilai positif. Tidak hanya kemudahan akses yang ditawarkan, melainkan pada semakin beragamnya limit yang ditawarkan dan data disesuaikan dengan kebutuhan. Baik untuk mereka yang baru memulai usaha ataupun mengembangkan usaha yang sudah dimiliki.

Tris Yulianta, Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, menyatakan bahwa Fintech Lending Days adalah bentuk komitmen OJK dan AFPI dalam meningkatkan inklusi dan literasi keuangan digital di kalangan UMKM yang menjadi motor pendorong roda perekonomian daerah, khususnya di Malang sebagai salah satu pusat perekonomian UMKM.

"Kota Malang diharapkan dapat menjadi lokomotif UMKM digital, dengan hadirnya teknologi fintech lending, pelaku usaha dapat lebih mudah dalam memulai bisnis baru," kata Tris.

Baca Juga: Pulihkan Perekonomian UMKM, Prime Space Hadirkan Bazaar Produk Lokal

Selain itu, Pemprov Jawa Timur juga mengungkapkan bahwa keberadaan fintech lending dapat bersinergi dengan maksimal melalui wadah pemasaran digital yang telah dibentuk oleh pemerintah setempat, Millennial Job Center.

Komentar