Suara.com - Jelang tahun baru 2022, mungkin banyak dari kita yang telah menyiapkan berbagai rencana yang ingin digapai di tahun depan. Tapi segala rencana atau wishlist itu tidak mudah dicapai atau kerap meleset, karena banyaknya kebutuhan yang datang tak terduga.
Untuk mengatur keuangan kita secara pribadi, ada baiknya menggunakan aplikasi untuk mencatat keuangan. Salah satunya adalah aplikasi Sribuu.
Sribuu memiliki beberapa fitur yang membantu penggunanya untuk lebih mudah mengatur keuangan. Salah satunya adalah fitur Automatic Financial Planning.
Fitur ini akan mengintegrasikan seluruh produk finansial kita seperti bank dan e-wallet untuk memberikan gambaran menyeluruh atas kondisi keuangan.
Kini, pengguna Sribuu dapat melacak pengeluaran otomatis dari BNI, BRI, BCA, Bank Mandiri, Bank Permata, Bank BSI, OVO, Gopay, dan ShopeePay.
Sementara fitur Financial Habit Analytics berguna untuk menganalisa kebiasaan pengeluaran kita dan memberikan rekomendasi mengatur keuangan yang sudah terpersonalisasi.
Menurut Nadia Amalia selaku CEO & Co-founder Sribuu, startup ini didirikan bersama dua kawannya, Fransisca Susan (CTO dan Co-founder), dan Fadhila (COO and Co-founder).
Mereka menciptakan Sribuu karena ingin membangun startup focus pada aplikasi keuangan pribadi berbasis Artificial Intelligence. Sribuu lahir saat mereka mengikuti fintech pitching competition di Massachusetts Institute of Technology di Amerika Serikat. Misinya untuk meningkatkan literasi keuangan di Indonesia melalui teknologi.
"Target pasar Sribuu adalah aplikasi perencanaan keuangan untuk milenial dan generasi Z Indonesia. Dengan teknologi AI, kami membantu Sobat Sribuu untuk menganggarkan, mencatat, dan menganalisa keuangan mereka tanpa biaya. Sehingga mereka dapat membuat keputusan finansial yang cerdas untuk masa depan," ujar Fransisca.
Baca Juga: Krisis Keuangan Sekolah Swasta di Era Pandemi
Sejak dirilis pada delapan bulan lalu, Sribuu telah memiliki lebih dari 91.000 pengguna di Indonesia. Rata-rata pengguna Sribuu dapat menabung 30% lebih banyak dari sebelumnya.
Berita Terkait
-
Ciputra Life Cetak Laba Rp99,3 Miliar, Premi Semester I 2026 Melonjak 53 Persen
-
Menkeu Siapkan Rp31 T untuk Pengalihan Status PPPK Paruh Waktu
-
Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen
-
Purbaya Siapkan Anggaran Rp 31 Triliun buat Angkat Guru PPPK Jadi PNS
-
Negara-Negara Arab Banyak Berinvestasi di London, Ini Alasannya
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Review Deadpool & Wolverine: Kekacauan Multiverse yang Penuh Aksi dan Humor
-
Akhir Pekan Makin Hemat! Diskon Grab hingga Rp50.000 Khusus Pengguna Kartu BRI
-
Wisata di Flores Mulai Pulih, BPOLBF Ingatkan Wisatawan Utamakan Keselamatan
-
Pemerasan Modus Kencan via MiChat, 5 Orang Dibekuk Polisi Pekanbaru
-
Perbandingan Cushion Hanasui vs Glad2Glow Warna Pink, Lengkap dengan Review Pembeli
-
Sejoli Kompak Gasak Motor di Kos Cipayung, Sempat Terekam CCTV
-
Cemara: Hamsad Rangkuti dan Seni Menemukan Makna dari Hal-Hal Sepele
-
Alasan Merek Thailand Makin Menarik bagi Konsumen Indonesia
-
Sengketa Aset Sekolah di Pamulang, Menteri PPPA Soroti Dampaknya terhadap Psikologis Anak
-
5.417 Desa Ada di Sumut, 521 Desa Masuk Kategori Sangat Tertinggal