Suara.com - Karena semakin banyak orang Indonesia menghabiskan lebih banyak waktu di rumah untuk belajar, bekerja atau memulihkan diri, maka sangat diimbau bagi mereka untuk tetap aktif dan berolahraga sebagai cara untuk menjaga kekebalan tubuh.
Berolahraga terbukti dapat menjadi pertahanan yang membantu melawan berbagai jenis penyakit termasuk yang disebabkan oleh virus.
Untuk membantu masyarakat tetap menjaga kebugaran, aplikasi kesehatan Good Doctor menyediakan Sports Medicine Clinic yang secara khusus diisi dokter spesialis kedokteran olahraga bersertifikat.
Dikatakan Head of Medical Good Doctor Technology Indonesia (GDTI) Adhiatma Gunawan, alasan utama Good Doctor mendirikan klinik tersebut adalah karena olahraga telah menjadi tren gaya hidup masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia.
"Selama masa pandemi dan lockdown, lebih banyak pengguna yang tertarik untuk berbicara dengan konsultan olahraga mengenai jenis kegiatan olahraga yang paling cocok untuk mereka selama lockdown dan aktivitas normal baru agar mereka dapat mempertahankan status kebugaran dan memperkuat imunitas mereka,” katanya dikutip dari siaran pers, Jumat (4/3/2022).
Berdasarkan pengamatan dr. Adhiatma dan timnya, konsultasi yang paling banyak ditangani oleh klinik adalah berat badan yang tidak ideal (25 persen), nyeri otot dan nyeri punggung serta saran olahraga untuk pasien obesitas.
Dengan tersedianya dokter spesialis kedokteran olahraga yang aktif di Sports Medicine Clinic, maka diharapkan semakin banyak orang di Indonesia yang dapat berkonsultasi dan memperoleh panduan olahraga yang disesuaikan untuk pengelolaan kesehatan yang lebih baik.
Berbicara dalam webinar bertajuk #GoodHealthGoodKnowledge, Spesialis kedokteran olahraga di Good Doctor dr. Alvin Wiharja, SpKO mengatakan bahwa meski baik, masyarakat diminta untuk tidak olahraga berlebihan.
"Pastikan Anda tidak berolahraga terlalu berat untuk menghindari kelelahan berlebihan yang dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun. Namun, apabila intensitas latihannya ditingkatkan, justru akan menurunkan imunitas tubuh sehingga meningkatkan risiko infeksi," tambahnya.
Baca Juga: Sibuk Beraktivitas? Ini 4 Olahraga Ringan yang Tetap Bisa Kamu Coba
Berita Terkait
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- 31 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 10 Maret 2026: Sikat Diamond, THR, dan SG Gurun
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- Promo Alfamart dan Indomaret Persiapan Hampers Lebaran 2026, Biskuit Kaleng Legendaris Jadi Murah
Pilihan
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
-
Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Trump Ancam Timnas Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026 Kalau Tak Mau Celaka
-
Eksklusif! PowerPoint yang Dibuang Trump Sebabkan Tentara AS Mati
Terkini
-
Mengenal Inovasi dan Manfaat Lelang bagi Perekonomian Nasional
-
Rakhano Rilis "Sempat Tak Sempat", Lagu Galau yang Bikin Susah Move On
-
Paramount Land Gelar Pesta Rakyat 'Sinergi dalam Satu Harmoni'
-
Edukasi dan Promosi Kelestarian Hutan, FSC Forest Week di Indonesia Resmi Diluncurkan
-
Pastry Chef Audrey Tampi Gelar Demo Masak Eksklusif di Jakarta
-
Custom Desain Cincin Pernikahan Jadi Tren, Buat Cinta Makin Jadi Lebih Bermakna
-
Meriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 dengan Tingkatkan Nasionalisme dan Eratkan Kebersamaan antar Karyawan
-
Rayakan HUT RI, Pergikuliner Festival Ruang Rasa Hadirkan Ragam Kuliner Indonesia di Central Park
-
Rayakan Hari Kemerdekaan Bersama Lebih dari 6000 Siswa dengan Berbagi Es Krim Gratis di Seluruh Indonesia
-
Terinspirasi HUT RI di IKN, The House of Arwuda Luncurkan Parfum Independence