Suara.com - Kebutuhan bunga segar hingga karangan bunga yang dikirim sebagai ucapan di momen tertentu membuka peluang pasar yang cukup menjanjikan. Para florist (penjual bunga) tak hanya bekerja sama dengan pembudi daya bunga, namun beberapa diantara mereka juga membudidayakan bunga-bunga di lahan sendiri.
Walau demikian, banyak florist yang masih kesulitan untuk menggaet target pasar mereka, terutama yang tidak berada di pusat kota. Kebanyakan mitra florist masih menggunakan cara konvensional untuk menjajakan produk mereka, padahal jika memanfaatkan teknologi digital yang berkembang sekarang, mereka bisa mendapatkan untung berlipat dengan banyaknya customer.
Di sisi lain, customer yang ingin membeli bunga segar untuk kebutuhan tertentu atau memesan karangan bunga juga tak mudah. Mereka harus mendatangi langsung toko-toko penjual bunga dan hal ini jelas memakan waktu.
"Prestisa hadir sebagai solusi para mitra florist dan customer. Kami mempertemukan keduanya dalam satu wadah platform online. Di Prestisa, mitra florist dan customer bisa bertransaksi lebih mudah," kata CEO Prestisa, Cesar Rohedi.
Cesar menuturkan, tak hanya kemudahan, platform online Prestisa juga menawarkan kepraktisan dan efisiensi waktu saat bertransaksi. Hanya dengan duduk manis di rumah dan menunjuk layar ponsel, bunga yang diinginkan akan dikirim sesuai pesanan.
Dengan Prestisa, customer akan diarahkan langsung oleh sales mengenai produk pilihannya. Prestisa juga menerima service multiple destination, sehingga customer dapat mengirimkan produk yang diinginkan ke berbagai alamat.
"Cukup dengan sentuhan jari dan metode add to cart, customer bisa memilih produk yang diinginkan dan check out pilihannya. Selain itu, Prestisa juga bisa direct to WhatsApp, sehingga memudahkan customer untuk berkonsultasi mengenai produk yang diinginkan," jelasnya.
Bagi mitra florist, Prestisa yang sudah hadir sejak 2012 dan bekerja sama dengan 5000 mitra UKM di seluruh Indonesia ini, tentu sangat membantu dalam kemudahan memperoleh customer. Mereka tak perlu menjajakan produk secara konvensional di depan toko.
Para mitra florist cukup mengunggah informasi produk bunga maupun karangan bunga buatan mereka dan para customer akan memesan langsung lewat online.
Baca Juga: Rekomendasi Hadiah untuk Wisuda, Bisa Rangkaian Bunga atau Selempang
Menariknya, Prestisa yang merupakan platform online terpercaya dan terbesar untuk pemesanan karangan bunga, hand bouquet, hampers, parcel dan cake ini tidak hanya hadir kota besar. Prestisa juga melayani ke seluruh pelosok Indonesia.
Prestisa saat ini memiliki rating google review 4.8 dan 3000+ reviews. Dalam waktu dekat, Prestisa juga akan merilis fitur lempar order, dengan harapan mitra florist dapat memperluas jangkauan orderan tanpa membuka cabang di seluruh Indonesia.
"Dengan fitur tersebut harapannya mitra florist bisa memperluas jangkauan pasar dan menambah penghasilan mereka, karena menerima orderan lebih banyak, sehingga mitra dapat lebih berkembang baik dari segi teknis maupun bisnis," pungkasnya.
Untuk bergabung menjadi mitra florist di Prestisa caranya mudah, cukup mengunduh aplikasi Partner Prestisa di GooglePlay dan melakukan registrasi secara online.
Berita Terkait
-
Honda Brio Terlaris Semester Pertama 2021, Bidik Market via Platform Online
-
PSBB, Platform Online Jual Mobil Makin Banjir Peminat
-
Andalkan Platform Online, Bisnis Kecantikan Jalan Terus di Tengah Pandemi
-
Kominfo Luncurkan Simonas, Platform Online untuk Pencari Kerja
-
Platform Online Ini Punya Cara Unik Dukung Pelestarian Budaya Betawi
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Rayakan 30 Tahun Romanza, Maestro Tenor Andrea Bocelli Siap Guncang Jakarta dan Borobudur
-
5 Contoh Susunan Acara Maulid Nabi di Sekolah, Cocok untuk SD hingga SMA
-
Jika Aku Mereka: Melihat Dunia dari Sudut Pandang Penyandang Disabilitas
-
Menuju Piala Asia U-20 2027: Timnas Indonesia Ladeni Musuh Bebuyutan Malaysia
-
Di Balik El Nino 2026: Mengapa Indonesia Terancam Krisis Air dan Pangan?
-
Gempa Susulan di Flores Masih Akan Berlangsung 30 Hari ke Depan, Frekuensi Menurun
-
Terima Gratifikasi Rp20,7 Miliar, Eks Kakanwil DJP Mohamad Haniv Ditahan KPK
-
Kemarahan Publik Tak Hanya Soal Prabowo, tapi Akumulasi Masalah 10 Tahun Era Jokowi
-
Ardhito Pramono Gugat Sony Music Terkait Royalti, Akui Rugi Rp5,7 Miliar
-
Masukan LMC untuk RUU Hak Cipta: Lindungi Jurnalisme Tanpa Mematikan Distribusi Digital