Suara.com - Data pada Januari 2022, ada sekitar 191,4 juta masyarakat Indonesia, yang menggunakan media sosial dalam kesehariannya. Jumlah itu masih terus bertambah setiap harinya sampai hari ini. Beragam informasi dan hiburan disebar dan didapatkan dengan mudah di ranah digital, ruang tersebut memang menjadi salah satu wadah yang sangat mudah diakses siapa saja, namun layaknya 2 mata pisau yang punya dampak negatif dan positif berjalan beriringan.
Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memberikan edukasi ruang digital bagi anak-anak Maluku-Papua, Rabu (3/8/2022). Para peserta edukasi tersebut berasal dari SMP Maluku - SMAS Papua dan diikuti lebih dari 100 siswa, mereka mendapatkan pelatihan mengenai hak dan tanggung jawab mereka dalam menggunakan media digital.
Pelatihan tersebut diisi oleh beberapa narasumber seperti Astried Kirana (Managing Director) yang mejelaskan materi dari sudut pandang keamanan, Alex Iskandar (Managing Director) yang menjelaskan materi dari sudut pandang etika digital, dan Sondang Pratama (Sutradara) yang menjelaskan tentang keamanan berdasarkan pengalamannya pribadi.
Astried Kirana menjelaskan, salah satu hak asasi manusia dalam ruang digital adalah menjamin seluruh warga negara untuk mengakses, menggunakan, menyebar luaskan media sosial. “Namun ada hak tentu ada tanggung jawab, kita punya tanggung jawab untuk menjaga hak-hak atau reputasi orang lain, serta menjaga keamanan nasional, ketertiban masyarakat, dan kesehatan atau moral public,” ujarnya.
“Sebagai pengguna ruang digital, kita pun punya kewajiban untuk menggunakan internet dengan bijak, menjaga hak-hak dan reputasi orang lain, serta berkomunikasi dan berperilaku sopan saat menggunakan media sosial,” tambahnya.
Tidak hanya itu, dalam penggunaan media digital kita juga dituntut untuk tetap beretika dengan benar. Alex Iskandar menuturkan, bahwa salah satu etika yang harus kita taati untuk berkarya di ruang digital adalah berpikir ulang sebelum di post. “Jangan mengikuti emosi sesaat seperti sedang marah atau sedih, karena sekarang segala bentuk tindakan yang kita lakukan secara online ada ikatan hukum,” terangnya.
Berita Terkait
-
Inilah Daftar Destinasi Wisata Dalam Negeri yang Jadi Primadona Generasi Muda
-
Alasan PSE Penting untuk Lindungi Konsumen dan Maksimalkan Pungutan Pajak
-
Viral! Emak-emak Rombongan Haji Pamer Perhiasan di Pesawat Bikin Iri Netizen: Mau Sehappy Ini saat Tua
-
Daftar Situs Judi Online yang Diblokir Kominfo: Ludo Dream hingga Domino Qiu Qiu
-
Selena Gomez Pamer Perut Buncit, Ini Lho Daftar Penyebabnya
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
7 Cara Melakukan Double Cleansing yang Benar untuk Kulit Sehat Bercahaya
-
Fenomena 'Lebih Galak yang Ngutang': Saat Niat Baik Berujung Sakit Hati
-
Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia
-
Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi
-
Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35
-
Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?
-
Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi