Suara.com - Di awal tahun 2022, viral di platform media sosial TikTok sebuah sound dengan lirik "Adek, cinta tak selamanya indah, Dek." Sound yang kerap disandingkan dengan video kisah percintaan remaja yang baru mengenal manisnya cinta ini, nampaknya bisa menggambarkan salah satu modus penipuan yang kerap digunakan para kriminal di dunia maya, yaitu modus romansa.
Penipuan dengan menggunakan modus romansa menjadi salah satu kasus yang banyak dilaporkan ke Bea Cukai, instansi pemerintah yang namanya sering dicatut oleh para penipu. Berdasarkan laporan contact center Bravo Bea Cukai 1500225 dan media sosial BeaCukaiRI periode Juli 2022, terdapat 215 kasus penipuan yang menggunakan modus ini. Jumlah tersebut mengalami peningkatan 27,98 persen dibandingkan periode sebelumnya, yaitu 168 kasus penipuan.
Pelaku penipuan yang melancarkan modus ini umumnya mendekati korban melalui perkenalan secara online lewat media sosial atau dating app. Kemudian pelaku melakukan komunikasi secara intens dan menjalin hubungan asmara dengan korbannya, hingga akhirnya berjanji akan mengirim hadiah kepada korban. Banyak juga ditemukan kasus dengan pelaku yang mengaku sebagai orang asing atau tinggal di luar negeri dan mengabarkan bahwa akan menemui korban ke Indonesia sambil membawa hadiah. Selanjutnya, hadiah tersebut dikabarkan disita oleh petugas Bea Cukai di bandara dan korban atau penerima hadiah harus mentransfer sejumlah uang ke suatu rekening pribadi agar barang tersebut bisa keluar dan pengirim barang tidak ditahan petugas.
"Hal ini tentunya bertolak belakang dengan cara kerja petugas Bea Cukai di lapangan dalam menangani barang kiriman atau barang bawaan penumpang. Petugas Bea Cukai tidak melakukan penahanan atas penumpang yang tidak menyelesaikan pembayaran bea masuk dan pajak dalam rangka impor (PDRI) atas barang yang dibawa. Petugas hanya akan menahan barang hingga kewajiban kepabeanan diselesaikan, sedangkan pemilik barang dapat melanjutkan perjalanan," ungkap Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Hatta Wardhana.
Ia pun menegaskan bahwa jika mendapat informasi barang kiriman yang tertahan Bea Cukai, ada baiknya periksa status barang kiriman pada www.beacukai.go.id/barangkiriman. Jika pelaku tak dapat menunjukkan nomor resi, sehingga barang tak bisa dilacak, bisa dipastikan ini adalah modus penipuan. Selain itu, baik untuk penyelesaian kewajiban atas barang kiriman dan barang bawaan penumpang, Bea Cukai tidak pernah meminta pembayaran bea masuk dan PDRI ke rekening pribadi, karena pembayaran untuk penerimaan negara dikirim menggunakan kode billing.
Hatta pun mengimbau masyarakat agar dapat mengambil waktu lebih untuk mengonfirmasi jika ada permintaan pembayaran yang berkaitan dengan pajak, bea masuk, dan cukai. "Kami menyarankan jika ada indikasi bahwa Anda menjadi korban penipuan mengatasnamakan Bea Cukai, lebih banyak mengambil waktu berpikir sebelum membuat keputusan, setidaknya tiga hari. Pada jeda waktu itulah, silakan berkomunikasi dengan Bea Cukai, meminta saran keluarga, dan memverifikasi informasi yang diberikan penipu. Berhati-hatilah dalam menjalin pertemanan di dunia maya dan waspada penipuan mengatasnamakan Bea Cukai!" ujarnya.
Untuk mengonfirmasi atau melaporkan pengaduan atas penipuan mengatasnamakan Bea Cukai dapat melalui contact center Bea Cukai di 1500225 dan email info@customs.go.id. Bisa juga melalui media sosial berikut, fanspage www.facebook.com/beacukaiRI, www.facebook.com/bravobeacukai, Twitter @BeaCukaiRI, Twitter @BravoBeaCukai dan Instagram @BeaCukaiRI.
Berita Terkait
-
Pria Pekanbaru Raup Belasan Juta, Modus Ngaku Bisa Masukan Calon Siswa ke SMK
-
Pakai Modus Tes Kejujuran, 7 Fakta Mengerikan Guru Agama di Batang Cabuli Puluhan Siswi
-
Anda Pemilik Kartu Kredit BCA, Hati-hati Dengan Modus Penipuan Ini
-
Pemusnahan bersama Bea Cukai Banten dan Kejaksaan atas hasil penindakan Kepabeanan dan Cukai
-
Tipu 1.300 Korban Bantuan Rumah Layak Huni, Lima Relawan PDIP Berurusan dengan Aparat Polisi
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA
-
KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub
-
Pengamat Soroti Manuver Politik di Balik Kasus Eks Jampidsus
-
Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
-
Simalungun Diguncang Gempa M 6,4: Getaran Terasa hingga Kabanjahe
-
Update Gempa NTT: 47 Nyawa Melayang, Ratusan Ton Bantuan Presiden Prabowo Mulai Dikirim
-
3 Wisatawan Asing Jadi Korban Gempa NTT, Tertimpa Reruntuhan Hotel
-
Gempat M 7,7 Tak Surutkan Pesona Labuan Bajo: Wisatawan Aman, Kapal Kembali Melaut
-
6000 Pelari Ramaikan Titan Run 2026, Jarak 17,8 Km Berbuah Rekor MURI
-
Tak Hanya Mobil Konvensional, BRI KKB Expo 2026 Juga Dukung Pembiayaan Kendaraan Listrik