Suara.com - Hunian untuk masyarakat modern perlu memerhatikan berbagai aspek. Tidak hanya lokasi strategis dan akses transportasi yang mudah, kekinian konsep hunian eco living juga semakin populer.
Eco living merupakan konsep hunian modern yang ramah lingkungan. Dengan desain rumah yang terbuka dan mendukung hemat energi, kesehatan dan kesejahteraan penghuni menjadi prioritas utama.
Inilah yang menjadi alasan township ASYA di Jakarta Timur menghadirkan inovasi terbaru melalui Cluster Maninjau. Cluster Maninjau memiliki konsep rumah modern yang ramah lingkungan dimana setiap unitnya telah dilengkapi dengan solar panel yang dapat menyerap cahaya matahari yang diolah menjadi energi untuk kebutuhan perangkat alat-alat elektronik di rumah.
“ASYA memahami bahwa saat ini konsumen semakin sadar akan pentingnya menjaga keberlanjutan lingkungan serta dampak positifnya pada kehidupan mereka sehari-hari, salah satunya adalah untuk dapat lebih hemat dalam penggunaan listrik. Untuk itu, ASYA menghadirkan solusi melalui panel solar pada setiap unit di Cluster Maninjau agar penghuni dapat lebih efisien dengan menekan penggunaan listrik hingga 60%3 serta merasakan hunian eco living secara nyata,” kata Irma Gunawan Tjandra, Chief Marketing Officer ASYA, dalam keterangan yang diterima Suara.com.
ASYA merupakan satu-satunya kawasan hunian di Jakarta Timur—tepatnya di dalam mega kawasan Jakarta Garden City—yang memiliki danau besar seluas 15 hektare lengkap dengan lake-side garden yang menciptakan lingkungan hijau dan asri di kawasannya.
Selain meredam polusi, area hijau juga bisa membuat penghuninya sehat, baik fisik maupun jiwa melalui berbagai aktivitas menyenangkan di tepi danau sambil menikmati segar dan sehatnya udara.
"ASYA melihat potensi besar pada hunian yang memperhatikan nilai ramah lingkungan yang kini semakin dilirik oleh konsumen di kota besar, khususnya Jakarta. Untuk itu, ASYA sebagai bagian dari Astra Land Indonesia selalu bersemangat untuk terus mewujudkan komitmen kami dalam menghadirkan inovasi hunian yang relevan pada kebutuhan masyarakat masa kini," tutup Irma.
Berita Terkait
-
Konsep Lakeside Living Makin Diminati, Ini Tips Memilih Hunian di Tepi Danau
-
BTN dan PPATK Renovasi 20 RTLH, Bantu Wujudkan Hunian Layak bagi Keluarga Prasejahtera
-
Hunian Dekat Alam, Cara Baru Menikmati Hidup di Tengah Padatnya Kota
-
Indonesia Emas 2045: Mungkinkah Berinovasi jika Sewa Rumah Saja Cemas?
-
Pemerintah Bidik Pajak Kontrakan: Ancaman Baru bagi Hunian Terjangkau
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tanpa Sertifikasi, Ali Tatto Sulam Sebut Pesolek Talenta Lokal Susah Tembus Pasar Global
-
Rektor Ditangkap KPK: Maba Korban Pemerasan Harus Diselamatkan?
-
Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
-
Karhutla Kembali Kepung Kalimantan, Ini Dampaknya bagi Iklim
-
Kabut Asap Selimuti Palembang, Warga Tetap CFD: Sehat atau Malah Berisiko?
-
Bruno Fernandes Banjir Kritik Usai Manchester United Dipermalukan Hull City
-
Inter Milan Kunci Lautaro Martinez, Barcelona Harus Gigit Jari
-
AMAN Kalbar Minta Karhutla Ditangani Objektif, Jangan Kriminalisasi Masyarakat Adat
-
Tarif Parkir Rp60 Ribu Jakarta: Bukan soal Angka, tapi Kepercayaan
-
Viral Catatan Seskab Teddy Soal Karhutla Bikin Publik Geram: Siapa yang Gak Beradab?